Kehadiran personil Polri dari Polda Kepri tersebut di Konferprov PWI Kepri merupakan mitra antara polisi dengan wartawan.
Wakapolda Kepri, Brigjen (Pol) Yan Fitri Halimansyah yang hadir pada acara tersebut mengatakan dan sangat terkesan saat melihat tema yang diusung PWI Kepri dalam acara Konferprov PWI.
“Hati saya bergetar saat membaca tajuk yang diusung PWI Kepri, ‘Bertanjak Melawan Hoax’. Kalimat tersebut memiliki nilai historis, kemulian dan kepahlawan. Adat bersandi sara’, sara’ bersandi Kitabullah,” ujarnya.
Yan Fitri berharap, wartawan yang tergabung dalam PWI Kepri menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dan Kepri.
“Kepri ini miniatur Indonesia, mari kita jaga dan tingkatkan, kita buktikan wartawan menjadi perekat semua elemen. Dan, mari kita ‘Perangi’ Hoax yang dapat merusak kehidupan masyarakat,’ ungkapnya.
Menurut Dia, jika PWI Kepri benar-benar anti hoax, maka harus dilawan, jangan hanya diam. ‘Lawan dengan nyata bukan hanya diam’. karena, informasi hoax memiliki agenda besar berupa menghancurkan negara ini.
“Anak bangsa di adu domba dengan hoax yang tujuan akhirnya menghancurkan NKRI. Ini harus kita lawan,” ujarnya.
Lanjut Jendral Bintang Satu di pundak ini, pihak yang ingin menghancurkan NKRI adalah berupa agitasi (hasutan) yang banyak disebar di media sosial kemudian menebarkan fitnah yang akan menggerus rasa keimanan manusia.
“Pada akhirnya menutup pintu hati kita dari keimanan. Kita perbaiki iman dengan sholat dan melafalkan kalimat la illahaillallah bagi kita umat Islam,” imbuhnya.
Dia juga mengharapkan agar wartawan menfilter berita-berita hoax dengan mengklarifikasi nara sumber yang jelas dan bertanggungjawab. Pemain hoax ini, kemampuan serbelity kuat dan besar.
“Ini yang harus kita cari referensi, cermati berita, sehingga tidak menjadi korban. Jika informasi yang didapat itu tidak benar, cepat diinfokan dan disebarkan serta labeli hoax agar tidak berkembang,” pintanya.
Sementara itu, Yan Fitri berpesan jangan gunakan media sosial untuk kejahatan. Rekam jejak digital pasti bisa terbaca. “Mari sama-sama menjaga marwah tanah Melayu ini dengan melawan hoax,” tutupnya. (*)
