Tanjungpinang, (MK) – Ratusan warga Perumahan Indonusa dari RT 01, 02, 03, dan RT 04 RW 08 Kelurahan Air Raja menghentikan aktivitas truk pengangkut biji bauksit milik PT Sinar Bahagia yang melintasi Jalan WR Supratman KM 8 Jalan Baru, pada Minggu (6/12) sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam aksi itu, sebanyak tiga truk yang berisi biji bauksit milik Suryono sedang melintas di jalan umum dipaksa berhenti oleh warga. Karena, telah mengganggu kenyamanan warga Indonusa Lestari.
Ketua RW 08 Kelurahan Air Raja, Muslim Basyir menyampaikan, penghentian aktivitas itu karena truk mereka menggunakan fasilitas umum.
“Kita bisa lihat bersama dampak dari aktivitas truk tersebut. Lebih kurang setahun aktivitas itu, jalan sudah rusak,” ujar Muslim.
Selain itu, warga juga mempertanyakan izin dan amdal yang dimiliki PT Sinar Bahagia atas akitivitas tersebut.
“Kita juga ingin pertanggungjawaban yang jelas dari pihak PT Sinar Bahagia. Apalagi mereka menggunakan falitas umum,” katanya.
Dia meminta pihak perusahan perhatikan dampak lingkungan sekitar akibat aktivitas mereka dan peduli dengan lingkungan.
Atas aksi warga Indonusa Lestari tersebut, Lurah Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur, Lia Adhayatni dan Kapolsek Tanjungpinang Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Norman langsung turun ke lapangan dan menemui warga.
Dalam pertemuan itu, Lurah Air Raja Lia akan menampung aspirasi warga RW 08 ini.
“Bagaimana pun warga RW 08 Air Raja ini adalah warga saya. Apa yang diusulkan warga terkait aktivitas PT Sinar Bahagia, kita akan buat pertemuan di Kantor Lurah dan mengundang pihak perusahan,” ucap Lia dihadapan warga.
Sementara, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Norman menyampaikan, pada kesempatan ini pihaknya hanya sebagai penengah.
“Kami tidak berpihak kepada PT Sinar Bahagia dan tidak kepada siapa – siapa. Dalam hal ini, kami hanya sebagai penengah. Kalau ada yang disampaikan, bapak – bapak silahkan sampaikan,” ucapnya.
Usai mendengar pernyataan Lurah Air Raja dan Kapolsek Tanjungpinang Timur yang mengagendakan pertemuan di Kantor Lurah Air Raja pada Senin (7/12), warga membubarkan diri. (ALPIAN TANJUNG)
