Tanjungpinang, (MK) – Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Mekwanizar membantah menampar seorang penyandang disabilitas ganda, Edi usai acara PKK Kota Tanjungpinang di Jalan Raya Senggarang, belum lama ini.
“Saya tidak pernah menampar Edi, memangnya saya tega apa dengan dia (Edi),” ucap Mekwanizar saat ditemui MetroKepri.co.id, Minggu (17/4).
Selain itu, kata Mekwanizar, dirinya tidak akan memukul orang yang sudah dikenalnya.
“Tepikalnya sudah saya ketahui, namun dia (edi) itu kurang ajar. Sudah diberi kopi malah saya yang dicemooh depan orang ramai,” paparnya.
Apa yang dikatakan Edi itu, kata dia, sangat bertolak belakang dengan kejadian yang sebenarnya. Karena perkataan penyandang disabilitas ganda, Edi selalu diimbangi dengan imajinasi yang berbeda.
“Seperti yang dikatakan dia (Edi) di media online kemaren, saya menyekapnya didalam toilet, itu tidak benar. Pada saat itu saya sangat geram sekali, lalu saya pegang kedua telinganya, bukan menamparnya,” ujarnya.
Setelah itu, dirinya memina kepada Satpol PP Kota Tanjungpinang untuk mengamankan Edi, karena sikapnya yang kasar saat meminta – minta.
“Semua orang dimarahinya kalau tidak memberikan apa yang dimintanya. Makanya saya panggil Satpol PP untuk mengamankan dia (Edi) untuk kenyamanan orang banyak dan menjadi pelajaran bagi Edi sendiri,” paparnya.
Sebelumnya, Edi melaporkan Asisten I Pemko Tanjungpinang ke Polsek Tanjunginang Kota atas dugaan penganiayaan. Edi melaporkan pejabat Pemko Tanjungpinang tersebut karena dirinya tidak terima ditampar sebanyak tiga kali.
“Saya ditampar tiga kali oleh Pak Mekwanizar di Kedai Kopi Pagi Sore Jalan Merdeka,” ucapnya kemarin. (NOVENDRA)
