Bertani Lada Prospek Menjanjikan di Lingga

by -329 views
by
tani_lada_lingga
tani_lada_lingga

Lingga, (MK) – Bertani sahang (lada) di Lingga menjadi tren investasi masyarakat Kabupaten Lingga beberapa tahun terakhir ini, karena dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

Permintaan pasar yang semakin meningkat selama 10 tahun belakangan, membuat harga pasaran lada stabil, bahkan cendrung naik tiap tahunnya, menjadi alasan mengapa bertani lada, punya masa depan yang baik.

Rusli Ismail, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lingga mengatakan, untuk saat ini, diperkirakan sudah ratusan hektar lahan baru di pulau Lingga telah menjadi kebun lada masyarakat.

Meskipun belum ada catatan secara pasti untuk jumlah produksi yang dihasilkan pertahunnya, namun kata Rusli, tren berkebun lada ini sudah mengubah tingkat ekonomi sebagian masyarakat Lingga.

“Kita sangat mendukung masyarakat yang bergerak di pertanian lada. Ini merupakan investasi yang menjanjikan bagi masyarakat,” kata dia di Lingga, Senin (15/2).

Dia menjelaskan, resiko kegagalan berinvestasi di bidang tersebut cukup kecil. Hanya saja perlu perhatian dan ketekunan. Untuk bibitnya, di Lingga saja sudah banyak.

“Kalau kita perkirakan, masih ada 30 ribu hektar lahan di sekitar masyarakat, bisa ditanami sahang. Tanaman ini sangat menjanjikan untuk diterapkan di Lingga,” ungkapnya.

Untuk skala pertanian lada, dia yang juga mengeluti perkebunan lada itu menyebutkan, semua tergantung kemampuan masyarakat. Dengan skala kecil saja, sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Sahang itu kalau dirawat dengan baik, bisa satu kilo dalam satu pohon. Panennya bisa 2 sampai 3 kali setahun. Kalau kita petani kecil, cukup miliki 400 pohon saja, sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” terang Rusli.

Sejauh ini, lanjutnya lagi, keberhasilan pertanian lada di Lingga telah di akui kualitasnya sampai ketingkat Provinsi. Pada tahun 2015 lalu, Pemprov memberikan penghargaan kepada salah seorang petani sahang di Lingga, atas keberhasilannya mengembangkan pertanian sahang dari skala kecil, hingga menjadi pertanian besar dengan 7.000 pohon lada.

“Pak Auzar yang kebunnya di sekitar kawasan desa Sungai Besar itu, sudah dapat penghargaan atas usahanya mengembangkan pertanian lada di Lingga,” tuturnya.

Untuk itu, bagi masyarakat Lingga yang sedang melirik dunia pertanian sebagai wadah investasi, Rusli mengatakan, bertani lada adalah salah satu pilihan tepat yang menjamin masadepan cukup baik. Selain itu, kedepan pemerintah kabupaten akan memberikan banyak kemudahan kepada penggiat pertanian tersebut. (ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.