Tanjungpinang, (MK) – Adanya program kerja ‘Ayo Membaca’, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepulauan Riau tidak pernah memberi kontribusi sedikitpun kepada taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di Kepri. Hal itu membuat TBM Peduli Anak Bangsa kecewa.
“Kepala perpustakaan provinsi itu salah menggunakan anggaran. Masak untuk jalan – jalan ke Belanda, habisin uang sampai miliaran untuk kaji sejarah. Tapi tidak ada hasil sama sekali, malah bantuan untuk taman bacaan di Kepri serupiahpun tak dikasih, apa – apaan itu!!,” kesal pendiri TBM Peduli Anak Bangsa, Aminah Ahmad saat ditemui di Aula Kantor Gubernur Kepri, Jumat (15/4).
Padahal, pihaknya merupakan salah satu yang gencar menanamkan minat membaca di Provinsi Kepri ini.
“Saya orang pertama yang gencar menyuarakan pendirian taman bacaan yang ada di Kepri ini. Setidaknya ada lirikan dari mereka untuk membantu, banyak habisin uang anggaran saja mereka,” beber Bunda Aminah, sapaan akrab Aminah Ahmad ini.
Bunda menilai, BPAD Kepri terlalu mementingkan kunjungan kerja yang pernah dilakukan ke Belanda untuk mengecek data kearsipan yang ada Kepri pada tahun 2014 lalu, dari pada memberi bantuan kepada TBM yang ada di Kepri.
“Dari pada uangnya dipakai untuk jalan – jalan yang tidak jelas ke Belanda, lebih uangnya untuk pembinaan taman bacaan,” paparnya.
Dia juga menyesali dengan seruan ayo membaca yang selalu dikumandangkan oleh BPAD dengan mengadakan seminar hampir setiap tahun.
“Percuma mengadakan seminar ayo membaca, tapi kami tidak diperhatikan dan uang anggaran untuk bantuan ke kami malah dihambur – hamburkan tanpa ada kejelasannya,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
