Tanjungpinang, (MK) – Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Setya Novanto memberikan apresiasi kepada Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri Ansar Ahmad.
Apresiasi itu, karena Ansar Ahmad dapat membentuk perubahan sebelumnya.
“Pak Ansar sangat berarti bagi saya. Beliau (Ansar) telah berbuat banyak untuk Partai Golkar. Pak Ansar juga telah menciptakan kaderisasi,” ucap Setya Novanto kepada awak media usai melepas Jalan Santai yang diadakan Golkar dalam rangka memperingati Ulang Tahun (Ultah) Partai Golkar ke 52 di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Minggu (13/11).
Menurut dia, Partai Golkar di Kepri ada perubahan bila dibandingkan dengan sebelumnya. “Saya lihat adanya suatu perubahan,” ujarnya.
Untuk membentuk organisasi yang kuat, kata dia, perlu adanya itikad bulat. Konsolidasi dilakukan di seluruh Indonesia dan bukan didaerah saja.
“Saya hadir di 32 provinsi di Indonesia sebagai bukti bangkitnya Partai Golkar,” katanya.
Dia mengemukakan, apa yang telah dilakukan para kader berdasarkan undang – undang. Selain itu juga, sesuai Rapimnas, pancalonan presiden Jokowi merupakan dorongan Partai Golkar.
“Golkar tidak boleh ketinggalan dengan partai lain,” imbuhnya.
Novanto juga menilai, jati diri Golkar adalah suara rakyat. Untuk itu, segala kegiatan tentunya bermanfaat untuk rakyat.
“Kita harus berbuat kegiatan untuk rakyat dilokasi rakyat,” paparnya.
Di Makasar, belum lama ini dirinya melakukan kunjungan dan ada tujuh bupati yang telah kembali ke Partai Golkar.
“Partai Golkar dari dulu sudah dikenang dan termasuk partai yang lama,” ucapnya.
Novanto yakin Partai Golkar dikenal dengan partai anak muda, ditambah lagi terbentuknya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
“Saya yakin, kekuatan anak muda Golkar dapat dijadikan andalan,” katanya.
Dia mengutarakan, ada hal penting yang harus dilakukan kepada pengurus yang baru dilantik, yakni mendukung program kerja Presiden Jokowi selaku partai pendukung.
“Seperti mengatasi kemiskinan dan mengurangi penggangguran,” imbuhnya. (RUDI PRASTIO)
