Dalmasri: Bintan Sudah Buat Program Koperasi Berbasis Kompetensi

by -202 views
by
wakil-bupati-bintan-dalmasri-syam
wakil-bupati-bintan-dalmasri-syam

Bintan, (MK) – Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam MM yang juga selaku Pembina Dekopinda Kabupaten Bintan menyampaikan, koperasi merupakan salah satu model bisnis yang sudah merakyat.

Keberadaan koperasi juga merupakan sebuah tuntutan konstitusi. Ini harus menjadi perhatian serius semua stake holder. Khusus di Kabupaten Bintan kita sudah membuat program yang namanya Koperasi berbasis kompetensi,” ucap Dalmasri, (5/5).

Seperti yang dikutib dari Pipnews, Dalmasri mengatakan, koperasi berkinerja baik akan didorong untuk masuk ke bisnis berskala menengah dan besar.

“Koperasi yang berkinerja kurang baik dan buruk kita lakukan pembinaan dengan cara pendampingan dan pelatihan. Bahkan kita juga berencana membawa beberapa pengurus koperasi untuk study banding ke koperasi – koperasi yang sudah maju,” paparnya.

Dengan demikian, kata dia, maka mereka akan belajar bagaimana memenej, bagaimana memanfaatkan peluang bisnis dan membuka kerjasama dengan pihak lain.

“Kita juga akan membantu sepenuhnya koperasi – koperasi yang sudah maju dan berkinerja baik untuk mendapatkan nomor induk koperasi dari pusat. Ini harus kita lakukan sebagai tolok ukur keberpihakan pemerintah daerah terhadap perkembangan koperasi,” katanya.

Selain itu, sebagai dewan pembina, Dalmasri memang selalu menyempatkan diri turun dan bersilaturahmi dengan berbagai koperasi di seluruh Bintan.

“Dengan turun dan melihat langsung kita akan tahu perkembangan yang sebenarnya tentang dunia koperasi di Bintan. Seorang pemimpin tidak akan pernah tahu apa yang akan diinginkan rakyatnya kalau hanya duduk di kantor,” ucapnya.

Dalmasri juga mengutarakan, semua program kerja dan visinya tentang kemajuan koperasi di Kabupaten Bintan serta mencurahkan pemikiran, gagasan dan terkadang kritikan tentang perkembangan koperasi ke depan.

“Begini ya, sesuatu itu tidak turun secara gratis dari langit. Semua melalui proses dan perjuangan. Keberhasilan selalu kristalisasi dari keringat. Kita harus berkaca kepada para founding fathers yang telah meletakkan dasar – dasar berkoperasi di negara kita. Mereka begitu ulet, kerja keras dan berkomitmen kuat menjadikan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa. Ini merupakan warisan terhormat milik bangsa yang harus kita lestarikan, berdayakan, kembangkan dan jadikan sebagai salah satu produk ekonomi dan bisnis yang betul – betul menyentuh kemaslahatan masyarakat banyak,” katanya.

Dengan daya dukung infrastruktur, regulasi dan kebijakan, Dalmasri menilai tidak sulit untuk menjadikan koperasi sebagai badan usaha yang mempunyai bargaining position tinggi dalam  percaturan bisnis.

“Kita juga harus bisa memetik pengalaman orang – orang hebat dunia dalam mengembangkan koperasi. Semua itu menjadikan pengalaman kita matang untuk berbuat lebih baik bagi pengembangan koperasi,” ucapnya.

Dari perjalanan yang cukup panjang tersebut, bisa dipetik berbagai pengalaman yang bisa dijadikan khasanah hidup pelaku koperasi untuk membangun sebuah eksistensi dan menjadi lebih baik ke depannya.

“Ini yang perlu penjelasan dan pemahaman. Kenapa masyarakat kita sepertinya kurang memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap bisnis koperasi,” paparnya.

Karena, kata dia, kebanyakan orang ketika bicara koperasi selalu dipersepsikan masalah simpan pinjam yang macet, usaha yang tidak jalan dan sebagainya. Belum lagi soal koperasi yang selalu dihubung – hubungkan dengan modus mencari bantuan ke pemerintah. Mindset ini harus mulai dirubah. Para pelaku koperasi harus mulai menunjukkan eksistensinya sebagai pelaku bisnis profesional.

“Ini yang selalu saya tekankan kepada pengelola koperasi – koperasi di Bintan. Budaya mengemis ke pemerintah harus dihilangkan. Pelaku koperasi harus berani menerobos peluang – peluang bisnis yang cukup banyak sehingga koperasi yang dijalankannya tidak hanya merambah bisnis itu – itu saja,” katanya.

Menurut dia, memang semua itu harus dibarengi dengan SDM yang punya kompetensi tinggi yang mampu melihat peluang dan kesempatan.

“Koperasi itu bukan lagi bisnis jaman batu. Koperasi itu selalu mampu mengadopsi selera pasar sesuai perkembangan jaman. Kita ini berada di wilayah yang diapit negara – negara makmur seperti Singapura dan Malaysia, tetapi kondisi koperasi kita masih jauh tertinggal,” ucapnya.

Karena itu, spirit masyarakat koperasi harus dibangkitkan dan dibangun agar bisa mengejar ketertinggalan. Dan itu menjadi perhatian yang serius.

“Pangsa pasar produk koperasi kita terbuka lebar untuk masuk ke Singapura dan Malaysia. Dalam waktu dekat ini kita akan menggelar pameran produk UKM dan Koperasi di Singapura dan Malaysia. Kita harus memanfaatkan sekecil apa pun peluang untuk bisa memasarkan produk koperasi kita,” katanya.

Di Mantang, tambahnya, terdapat koperasi yang sudah menghasilkan produk olahan ikan seperti sotong kering yang ternyata sangat diminati oleh warga Singapura dan Malaysia.

“Memang masih ada kendala dalam model kemasan yang belum sempurna. Produk bagus tetapi kalau pengemasannya kurang mengundang daya tarik konsumen maka produk itu susah laku,” ujarnya.

Karena itu, saat ini beberapa pengurus koperasi di Mantang mengikuti pelatihan khusus masalah pengemasan agar nantinya mampu menghasilkan produk yang layak masuk ke pasar Singapura dan Malaysia.

“Kita harus mampu menjiwai selera pasar di dua negara itu,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.