Tanjungpinang, (MK) – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Udara (Danlanud) Tanjungpinang, Kolonel Pnb Ign. Wahyu Anggodo SE menyebutkan, penempatananya sebagai Danlanud Tanjungpinang merupakan sebagai penaik kinerja TNI AU di wilayah Kepri.
“Peningkatan status Lanud Tanjungpinang dengan pemimpin berpangkat Kolonel merupakan kemajuan yang baik. Sebab, wilayah Kepri ini merupakan kepulauan yang berdampingan langsung dengan Malaysia dan Singapura,” ucap Wahyu sapaan akrab Danlanud Tanjungpinang ini, usai Apel HUT TNI AU ke 70 di Markas Lanud Tanjungpinang, Sabtu (9/4).
Hal ini juga, kata dia, membuat status Lanud Tanjungpinang berubah naik. Karena jabatan Danlanud Tanjungpinang sebelumnya dipimpin oleh Letkol.
“Sekarang Kolonel, karena inilah peningkatan status Lanud menjadi naik. Apalagi Kepri ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Maka harus ada control yang lebih lagi,” paparnya.
Dia mengutarakan, peningkatan ini juga menjadi prioritas Kepala Satuan Angkatan Udara (Kasau) untuk menjadikan wilayah Kepri sebagai wilayah utama, sehingga Kepri menjadi wilayah yang bersaing secara langsung dengan luar negeri baik dalam bidang alutsista maupun administrasi.
“KASAU menjadikan Kepri sebagai prioritas utamanya, karena Kepri adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan luar negeri, jadi persaingannya dengan Singapura dan Malaysia. Bukan dengan wilayah Indonesia sendiri,” ucapnya.
Danlanud ini juga mengemukakan, alutsista yang akan dipakai TNI AU seperti pesawat dan radar militer canggih sudah berada di Kepri. Namun, sementara ini masih ditempatkan di Ranai. Hal ini juga dikarenakan peluasan area Lanud Tanjungpinang masih dalam tahap perluasan.
“Pesawat dan radar kita kondisikan di Ranai dulu sementara, ini masih dalam tahap perluasan,” katanya.
Selain itu, kata dia, akan ada penambahan personil dari Mabes TNI AU. Sehingga kapasitas personil dan alutsista akan benar – benar mumpuni dan mampu menjaga wilayah udara Kepri secara optimal. (SYAIFUL AMRI)
