Dinas Kebudayaan Kepri Gelar Evaluasi dan Pemutahiran Database

by -104 views
by
Foto bersama usai rapat evaluasi pemutahiran database
Foto bersama usai rapat evaluasi pemutahiran database

Tanjungpinang, (MK) – Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat evaluasi dan pemutahiran database kebudayaan Provinsi Kepri tahun 2016 di Hotel Aston Tanjungpinang, pada 29 – 30 Maret 2016.

Pada kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh peserta dari 7 kabupaten/ kota dan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sekertariat Jenderal Kebudayaan.

“Kegiatan ini juga, untuk menghimpun data kebudayaan yang ada di Provinsi Kepri,” ucap Kasi Inventarisasi dan Pemeliharaan Dokumen Kebudayaan, Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Afitri Susanti, S.Psi.MM kepada MetroKepri.co.id saat ditemui diruang kerjanya.

Fitri mengatakan, sebagai provinsi yang mengedepankan nilai budaya sebagai salah satu visi dan misi Pemerintah Provinsi Kepri menjadikan Kepri bunda tanah Melayu.

“Jadi semua kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan harus berbasis data. Contoh ketika ingin memberikan bantuan kepada sanggar, kita harus mengacu pada jumlah sanggar yang ada, penyeberan sanggar itu dimana saja. Jadi data – data kebudayaan yang ada di kabupaten/ kota kita himpun dan diinventarisasi,” ujarnya.

Dia mengutarakan, hasil pemaparan dua narasumber dari Sekertariat Jenderal Kebudayaan, penghimpunan data sangat penting.

“Kalau kita tidak punya data, kita akan membuat kegiatan asal – asalan saja, tidak tahu sasaran dan tujuannya. Jadi betapa petingnya data. Data kebudayaan itu merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Provinsi Kepri,” paparnya.

Pada pembukaan kegiatan rapat yang lalu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengatakan, data itu sangat penting. Penghimpunan data harus sesuai dan jelas tata kelolanya agar data itu bisa diakses secara offline maupun online.

“Setiap kabupaten kota harus mempunyai sistem aplikasi data kebudayaan, agar data terhimpun dan terkelola. Agar nantinya siapapun yang menangani atau pejabat menangani berpindah tugas, namun data itu tetap ada,” ucapnya.

Dari kegiatan itu, pihaknya berharap agar dapat menambah wawasan bagi para SDM kebudayaan di kabupaten kota se – Provinsi Kepri dan membuka kesadaran akan pentingnya data kebudayaan.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat berjalan setiap tahunnya, mengingat database kebudayaan itu bersifat dinamis, sehingga database kebudayaan harus terus terupdate,” katanya. (RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.