Natuna, (MK) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Natuna, Marka Dj, melalui Kabid Pendidikan Dasar, Syaharman menyampaikan kegiatan rapat koordinasi (rakor) bidang pendidikan yang dilakukan kemarin, pihaknya ingin mencari jawaban dimana letak terjadinya mutu pendidikan di Kabupaten Natuna rendah.
“Ini berawal dari tahun 2017 lalu, ketika mutu pendidikan di Natuna diperingkat terakhir diukur dari ujian nasional se – Kepri. Sebab ukuran keberhasilan dunia pendidikan secara nasional dinilai dari ujian nasional,” papar Syaharman, Rabu (31/1/2018).
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna melakukan pembenahan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selaku Kabid, Syaharman mengaku ingin mencari jawaban dimana letak kesalahan, apakah di muara atau di hilir dengan rendahnya mutu pendidikan tersebut.
“Kami ingin mencari jawaban, sehingga tidak saling menyalahkan antara dinas, kepala sekolah dan guru. Kalau ingin menyalahkan, saya ingin menyalahkan guru, tapi guru kan tidak ingin disalahkan dengan alasan sarana dan pelatihan kurang,” ujarnya.
Masih kata dia, selama ini mungkin keinginan dari dinas saja yang dibuat. Dengan melalui rakor bidang pendidikan, segala keluh kesah mereka ditampung. Pelaku pendidikan ini pertama kali berasal dari Dinas Pendidikan Natuna, dibawahnya ada UPTD, pengawas, kepala sekolah, guru dan murid.
Jawaban dari rendahnya mutu pendidikan di Natuna bisa terjawab dengan duduk bersama dari semua pelaku pendidikan.
“Kalau guru kurang pengetahuan, mungkin kedepannya kami akan terus melakukan rakor teknik mengajar,” ucapnya.
Begitu juga kompetisi guru, memperbanyak buku, peningkatan sarana prasarana serta peningkatan managemen berbasis sekolah (MBS).
“Saya punya prinsip, tahun ini akan lebih bagus lagi dengan usulan prioritas dari tiap sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya. (MANALU)
