
Batam, (MK) – Guna mendorong harmonisasi di masyarakat, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak meminta agar lembaga – lembaga keagamaan saling menjalin komunikasi.
“Saya sering bertanya ke Pendeta. Ada berapa kenalan Ustad. Ada berapa kenalan Biksu. Pendeta harus bergaul dengan Ustad, Biksu dan pemuka agama lainnya,” papar Jumaga saat menghadiri pelantikan Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) di GPI Bengkong, Batam, Sabtu (26/8/2017).
Karena, menurut Jumaga dengan komunikasi dapat mendorong saling pengertian, dan saling menjaga diantara pemeluk agama. Sehingga, dengan demikian gesekan dan sifat intoleransi dapat pelan – pelan dihilangkan.
“Pemerintah, siap menjembatani hubungan seluruh agama ini. Karena, pemerintah menjamin pengembangan keagamaan di Kepri,” ujar Jumaga.
Sementara itu, Ketua PGLII terpilih Jimmy Loho mengaku siap bersinergi dengan pemerintah membangun Kepri sejahtera. Maka dari itu, selepas pelantikan ini, PGLII akan segera mencoba memberikan dampak bagi Provinsi Kepri.
“Kita akan berjuang melawan radikalisme, terorisme, intoleransi dan tentunya peredaran narkoba,” kata Jimmy.
Salah satu fokus utama PGLII adalah berusaha membina keluarga agar harmonis. Karena lewat keluargalah sukses tidaknya suatu masyarakat.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Umum PGLII Pdt. Roni Manda, Pdt. Boyke Turangan dan pendeta – pendeta dari gereja lain. Hadir juga Anggota Komisi I DPRD Kepri Thomas Suprapto. (Red/Pat)
