DPRD Batam Gelar RDP Bersama PT Smoe Terkait Rekrut Tenaga Kerja

by -205 views
Suasana RDP di Ruang Komisi IV DPRD Batam
Suasana RDP di Ruang Komisi IV DPRD Batam

Batam, (MetroKepri) – Komisi lV DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pimpinan PT Smoe Kabil, Senin (8/2/2021).

Rapat yang digelar di ruang Komisi lV DPRD Batam tersebut terkait rekrutan tenaga kerja black list bagi pencaker ataupun calon pekerja di PT Smoe yang ada di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

RDP itu juga dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi lV DPRD Kota Batam Muhamad Yunus S.Pi, didampingi Wakil Ketua ll DPRD Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim.

Serta turut dihadiri oleh Kadis Tenaga Kerja Kota Batam, Pimpinan PT Smoe Kabil, Lurah Batu Besar, perangkat RT/RW, Ikatan Masyarakat Teluk Bakau (IKAMTES) Kota Batam.

“Kalau saya lihat kata – kata black list, mereka itu tidak ada mengatakan black list. Jadi maksud kita bukalah peluang, orang kan bisa berubah juga. Sedangkan Tuhan saja bisa maafkan umatnya. Yang penting kasih kesempatan terakhir, jadi kalau tak berubah juga terserah. Kalau seumur hidup dia black list, itu terserah mereka,” papar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhamas Yunus saat diwawancarai media ini.

Artinya, kata Yunus, mungkin dulu mereka kurang rasa bertanggungjawab.

“Jadi, saya tahu bahwa adik-adik itu kalau habis gajian mereka tidak masuk dan ada sedikit-sedikit tidak masuk. Tetapi mereka sudah berjanji bahwa akan berubah, makanya kita berikan jaminan. Jadi tidak mudah saya memberikan jaminan seperti itu, apa lagi menyangkut jabatan. Harapan kita lebih fleksibel, kasih kesempatan kontrak dua bulan atau tiga bulan. Kalau tidak berubah juga, itu terserah dia,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Ikatan Masyarakat Teluk Bakau (IKAMTES) Kota Batam Muliadi berharap forum pemuda batu besar tentang pemberdayaan tenaga kerja di PT Smoe khususnya.

“Jadi, sebenarnya tidak masalah 3 pintu itu untuk diakomodir untuk kawan – kawan yang ada di Nongsa. Hanya saja, kita ingin untuk proses validasi untuk terverifikasi data dari kawan – kawan kita juga bisa ditebuskan melalui kita meskipun harus melalui 3 pintu ini. Jadi intinya komunikasilah dari tiga pintu ini dengan forum pemuda batu besar,” ucapnya.

Jadi kalau terkait tenaga kerja yang diblack list oleh pihak PT Smoe itu, kata Muliadi, menurut dari data yang ada didalam datanya sendiri bahwa itu ada sebanyak 4 orang, kemudian ada yang masuk didata abangnya sebanyak lima orang.

“Jadi yang melakukan black list itu dari pihak PT Smoe. Jadi, tidakan kita terkait permasalahan yang dilakukan oleh pihak PT Smoe itu, sesuai dari Undang-Undang ketenagakerjaan,” katanya lagi.

Sebenarnya itu tidak ada dan tidak bisa diterapkan, jadi terkait black list dari pihak perusahaan harus bisa menjelaskan kenapa bisa black list, dan keterianya seperti apa, akan tetapi dari pihak PT Smoe tidak bisa menjelaskan.

Terpisah HR/GA OFFICER PT Smoe Kabil Peristiwanto Nugroho mengatakan tidak ada black list, tetapi pihaknya berhak juga memilih karyawan yang terbaik.

“Jadi selama ini kenapa kita record mereka, misalnya ada yang kurang bagus, baik absensi dan lain sebagainya. Kenapa tidak tenaga kerja yang lain, sama – sama yang satu daerah kan lebih bagus. Jadi intinya begitu, istilah black list itu enggak ada di kami. Istilah itu dari mereka, kalau masalah black list itu kita lakukan umum,” katanya. (*)

 

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.