Edukasi Bagi Calon Pengantin, Dinkes Tanjungpinang Gandeng Kemenag

by -288 views
by
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam Disela - Sela Penandatangan Kerjasama. Foto NOVENDRA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam Disela - Sela Penandatangan Kerjasama. Foto NOVENDRA

Tanjungpinang, (MK) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang merangkul Kantor Kementerian Agama untuk melakukan komunikasi, informasi dan edukasi bagi para calon pengantin.

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini juga dilakukan saat pembukaan orientasi komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan reproduksi calon pengantin bagi tenaga kesehatan dan penyuluh pernikahan di salah satu hotel di Tanjungpinang, Kamis (22/3/2018).

Kegiatan itu juga disaksikan oleh Penjabat Walikota Tanjungpinang Drs. Raja Ariza.

Kepala Dinas (Kadis) KPPKB Kota Tanjungpinang, Rustam menyampaikan Pj Walikota Tanjungpinang sangat mendukung kerjasama tersebut karena sinergi ini memang sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya kualitas sumber manusia sedini mungkin sejak akan memasuki gerbang pernikahan.

“Calon pengantin harus dipastikan tahu kondisi kesehatan masing – masing calon atau pasangan. Paham tentang program memelihara kesehatan sejak sebelum hamil, saat hamil, saat melahirkan, saat merawat bayi, balita hingga remaja,” papar Rustam.

Masih kata Rustam hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus – kasus gangguan kesehatan, kekurangan gizi, penyakit terkait reproduksi dan kematian pada ibu dan bayi yang secara nasional di Indonesia saat ini masih cukup tinggi.

Dia mengemukakan, beberapa penyakit bisa dicegah sejak dini kalau para calon pengantin mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif sejak dini, misalnya hemofili, thalassemia, diabetes dan buta warna.

“Pentingnya mendapatkan pemeriksaan HIV, hepatitis, infeksi menular seksual sebelum menikah juga disampaikan dalam KIE ini. Demikian pula konsumsi gizi seimbang yang diperlukan untuk pertumbuhan jaminan selama masa kehamilan, bayi, anak dan remaja, serta imunisasi yang diperlukan bagi ibu dan bayi serta pengaturan jumlah dan jarak kelahiran serta kesehatan jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, peserta orientasi KIE ini berasal dari para penyuluh pernikahan Kemenag dan petugas kesehatan Puskesmas serta Pokja IV TP PKK. Sedangkan Nara sumber berasal dari Dinkes, Kemenag, dokter ahli obstetrics dan ginekologi serta psikolog. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.