Oleh : Rahmatullah
Mahasiswa Sosiologi STISIPOL Raja Haji
Opini, (MetroKepri) – Menejelang pemilihan serentak Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, saat ini biasanya terjadi gerakan sosial politik. Salah satunya adalah gerakan ganti Presiden maupun gerakan tetap Jokowi.
Karena gerakan ini adalah hak konstitusi setiap warga negara, ini adalah hal yang wajar dan dinamis bagian dari dinamika dalam sebuah perkembangan kedewasaan berpolitik jika ditinjau dalam aspek sebuah perubahan sosial.
Masyarakat bergerak dalam kelompok kelompok dengan tujuan agar mendapatkan sebuah perubahan menyalurkan aspirasi mereka baik terorganisir (Partai Politik) maupun secara individu, baik menentang maupun mendukung salah satu calon kandidat yang diinginkan.
Media massa dan media sosial adalah salah satu alat pergerakan sosial yang sangat berperan di zaman modern, pemilihan perwakilan dewan di Parlemen maupun Pilpres menimbulkan perilaku kolektif masyarakat yang ‘fashion and fad’ hanya dan dalam jangka waktu yang pendek. Mulai dari memunculkan rumor, opini dan asumsi asumsi, pembuktian pembuktian kebenaran calon yang akan diusung dan dijagokan, ataukah simulacra realitas semu, ini adalah hal yang lumrah terjadi dalam momentum Pileg baik kota/ kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD RI maupun pemilihan Presiden.
Tentu pergerakan sosial ini mempunyai tujuan yaitu bagaimana opini pribadi, keinginan politik dapat mempengaruhi opini publik yang berada pada ranah ingin berpartisipasi baik langsung maupun tidak langsung, secara nyata maupun melalui media sosial dan media masa dalam dunia politik, khususnya pada saat menuju pemilihan Pilpres dan Pileg 2019 mendatang.
Interaksi terjadi sangat intens karena telah terbangun opini publik. Tidaklah dipungkiri bahwa gerakan sosial politik terjadi karena adanya gesekan konflik dimana ada pilhan kelompok kelompok masyarakat yang berbeda dalam memilih calon calon yang akan dan ingin diusung, namun seyogyanya konflik tersebut adalah untuk memperbaiki sistem berdemokrasi, bukan justru menghancurkan tujuan berdemokrasi.
Mari jadikan momentum Pileg dan Pilpres di Provinsi Kepri menjadi bagian dari gerakan sosial partisipasi politik masyarakat yang jujur, damai, positive campign, untuk sebuah perubahan yang lebih baik. (***)
