Hadapi Era Revolusi Industri, Karantina Pertanian Ciptakan Program Agro Gemilang

by -53 views
Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian
Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian dalam program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa) di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Jumat (08/03/2019).

Kepala Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Ir. Ali Jamil MP, PhD menyampaikan Karantina Pertanian berkomitmen dalam memfasilitasi serta mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian di Indonesia.

“Dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi terkait baik dari emerintah daerah, dinas-dinas yang membidangi pertanian, perkebunan dan perdagangan serta instansi lain lingkup Kementerian Pertanian,” paparnya.

Dia mengutarakan, dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri, Badan Karantina Pertanian menciptakan program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa) untuk mempersiapkan dan mendorong para petani muda untuk memasuki pasar ekspor alias go internasional.

“Berdasarkan data Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, terdapat beberapa komoditas pertanian yang diekspor ke beberapa negara yaitu Karet, Arang dan Babi Potong,” ujarnya.

Ali juga menyebutkan, data ekspor Karet mengalami fluktuasi setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena permintaan pasar yang berubah-ubah dan juga dipengaruhi kesesuaian harga.

“Data ekspor Babi selama 3 tahun terakhir ini juga mengalami penurunan jumlah, hal ini dikarenakan adanya persaingan bisnis dari negara tetangga Malaysia yang juga memasok Babi potong ke Singapura,” imbuhnya.

Sejak tahun 2018, dikatakannya, komoditi arang baru mulai diekspor ke Malaysia dan pada tahun 2018, Karet asal Kabupaten Bintan telah diekspor ke beberapa negara yaitu Uni Emirate Arab, United State of America, China, Thailand, Taiwan, Korea Selatan dan Dubai dengan volume ekspor 14.901.405 kg, frekwensi 117 kali dengan nilai ekonomis berkisar Rp268,3 miliar.

“Dari sektor peternakan, komoditas unggulan yang diekspor berupa Babi potong berasal dari Pulau Bulan, yang merupakan ekspor Babi terbesar di Indonesia dengan negara tujuan Singapura,” ujarnya.

Ekspor Babi ini dilakukan setiap hari, dengan estimasi jumlah yang diekspor sekitar 800 – 1000 ekor per hari.

Pada tahun 2018, ekspor Babi dari Pulau Bulan tujuan Singapura berjumlah 270.832 ekor dengan frekwensi 308 kali dengan nilai ekonomis berkisar Rp866.7 miliar.

Selain ekspor Karet dan Babi potong, terdapat juga ekspor arang dengan tujuan Malaysia. Arang tersebut pada tahun 2018 telah diekspor sebanyak 400.500 kg, frekwensi 103 kali dengan nilai ekonomis berkisar Rp4 miliar.

“Untuk mengatasi penurunan ekspor tersebut, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang melakukan pendekatan kepada pengguna jasa agar meningkatkan kualitas komoditi ekspor tersebut, sehingga tetap bisa diterima oleh negara pengimpor,” ucapnya. (*)

Penulis : RUDI PRASTIO

Print Friendly, PDF & Email

2 thoughts on “Hadapi Era Revolusi Industri, Karantina Pertanian Ciptakan Program Agro Gemilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.