Natuna, (MK) – Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan Kabupaten Natuna – Anambas (KNA) mempunyai cita – cita besar untuk menjadi provinsi.
“Mau tidak mau, KNA harus jadi Provinsi Khusus dan sudah cukup memungkinkan menjadi provinsi,” papar Hamid Rizal saat penutupan Musrenbang Kabupaten Natuna tahun 2018 di Gedung Sri Serindit, Rabu (14/03/2018) siang.
Masih kata Bupati, intinya kenapa Natuna harus diperhatikan secara serius dan besar – besaran, ini dikarenakan Natuna satu – satunya kawasan staregis nasional yang rawan terhadap ancaman dengan tantangan sebagai wilayah terdepan dari NKRI dan berbatasan langsung dengan beberapa negara.
“Selain rawan terhadap ancaman, Natuna mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah seperti minyak dan gas (migas), sektor kelautan dan perikanan serta pariwisata yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.
Titik inilah menurutnya yang selalu diperhatikan oleh negara – negara lain. Peningkatan status otonomi baru sebagai sebuah provinsi dan sebagai wilayah perbatasan, Natuna juga dijadikan sebuah wilayah pertahanan.
“Seluruh dunia melihat Natuna dengan SDA yang melimpah. Kita tidak boleh lengah, adem – adem saja. Kedepannya kita tidak tahu yang terjadi dan semua ini sudah saya sampaikan kepada pusat. Jadi kalau berbicara Natuna berarti berbicara secara nasional dan saya sudah menggandeng Bupati Anambas untuk bekerja sama dalam membentuk Provinsi Khusus,” ucapnya.
Ucapan Bupati mengenai provinsi khusus ini bukan hanya bualan semata, karena pada Senin (12/03/2018) lalu, Bupati Natuna ini telah menunjukkan buku laporan akhir kajian pengembangan wilayah Provinsi Kabupaten Natuna – Anambas yang telah rampung dibuat, dikerjakan selama satu tahun dengan melibatkan tenaga pengkaji dari institut dalam negeri dan institut pertanian Bogor.
Hamid mengemukakan, bukti keseriusan untuk jadikan Provinsi Kabupaten Natuna – Anambas bukan hanya dengan menerbitkan buku kajian pembetukan provinsi saja, namun dalam waktu dekat dirinya akan bentuk tim pemekaran provinsi tersebut, tim panitia khusus perjuangan dengan melibatkan semua elemen masyarakat.
“Anambas sudah membentuk tim untuk pemekaran ini, Natuna juga segera membetuk tim. Nanti kita padukan tim ini untuk menentukan siapa sebagai ketua tim pemekaran provinsi. Lebih cepat lebih baik, jika bisa sebelum Pilpres Provinsi persiapan sudah berjalan,” kata Bupati.
Bupati juga sangat optimis KNA menjadi provinsi khusus, ini dikarenakan Presiden RI Joko Widodo melalui Nawacitanya, dengan jelas melakukan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. Maka diperlukan status setara dengan daerah lain. Apalagi Natuna digaris depan, jadi provinsi merupakan keharusan sebagai pagar perbatasan.
Persiapan yang lain selain buku kajian pengembangan wilayah dan pembentukan tim khusus pemekaran adalah mengajukan 1500 kuota PNS ke MENPAN – RB. Usaha ini dilakukan agar pemerintah siap dalam segi sumber daya manusia dalam menyongsong terbentuknya provinsi khusus.
Bupati juga mengajak kepada semua unsur untuk sama – sama menjaga Natuna dan pembangunan yang dilaksanakan harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Mau tidak mau, KNA harus dijadikan provinsi, siap siap sajalah. Kerja lah dengan baik baik agar menjadi orang orang hebat ketika provinsi khusus ini terbentuk. Tingkatkan terus sumber daya manusia. Saya yakin masyarakat KNA hebat hebat semua dan marilah sama sama kita wujudkan KNA menjadi provinsi khusus,” imbuhnya. (MANALU)
