Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang Hantoni menyebutkan bahwa dampak kebakaran pohon Are yang berusia ratusan tahun tersebut diperkirakan ada sekitar 10 rumah warga yang roboh ketimpa dahan pohon.
“Sampai siang ini ada 10 rumah yang roboh akibat ketimpa dahan pohon Are,” katanya kepada sejumlah awak media di lokasi, Minggu (21/7/2019).
Hantoni menjelaskan, sejak pagi tadi sampai siang ini, pihaknya mendatangkan sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk memadamkan api yang diduga masih bersemayam di dalam pohon.
“Sudah 22 kali kita suplai air sampai siang ini. Saat ini anggota Satpol PP, BPBD, pihak Kepolisian, Dinas Sosial, Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan masih stanby di lokasi untuk evakuasi,” terangnya.
Lanjut Hantoni, pihaknya dan OPD terkait saat ini juga membangun posko peduli dampak dari terbakarnya pohon Are.
“Nanti kita kumpulkan semua warga yang terkena dampak musibah ini di Posko tersebut untuk didata,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Pohon kayu Are yang diperkirakan berusia ratusan tahun lamanya di Tanjung Unggat terbakar. Akibat terbakarnya pohon Are tersebut diperkirakan 6 rumah ambruk dihantam patahan kayu Are tersebut.
Hal ini dikatakan oleh Walikota Tanjungpinang saat dikonfirmasi awak media ini di lokasi kebakaran, Minggu (21/7/2019).
“Ada sekitar 6 rumah yang ambruk akibat hantaman kayu Are yang terbakar,” ujarnya.
Sebelumnya, salah satu Warga Tanjung Unggat Lidan menjelaskan, sekitar 2-3 jam terbakarnya kayu Are ini beberapa batang besar patah dan menghantam rumah warga.
“Kebakarnya pagi tadi. Kejadian ini di wilayah RT 001/005 Kelurahan Tanjung Unggat,” terangnya.
Sementara itu, Tim Pemadam Kebakaran terus berupaya untuk memadamkan api yang berasal dari batang Kayu Are dan salah satu rumah yang ikut terbakar dapat dipadamkan.
Sampai berita ini diposting, warga dan tim Satpol PP dan Damkar terus berupaya memotong kayu dan melakukan pemadaman api. (*)
Penulis: Novendra
