KMP dan Mahasiswa Tingkatkan Semangat Bela Negara

by -280 views
Ketua-Umum-KMP-Kepri-Suprapto-ST-menyerahkan-penghargaan-kepada-Hendrija.-Foto-ALPIAN-TANJUNG
Ketua-Umum-KMP-Kepri-Suprapto-ST-menyerahkan-penghargaan-kepada-Hendrija.-Foto-ALPIAN-TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Komunitas Merah Putih (KMP) Kepulauan Riau bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Umrah mengelar kegiatan dialog kebangsaan mengenai perbatasan di Telok Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (22/11).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Tanjungpinang ini juga mengambil tema ‘Menjalin Siraturahim Elemen Kelompok Bangsa Dalam Upaya Memperkuat NKRI di Wilayah Perbatasan’.

Pada dialog itu, turut hadir sebagai narasumber yakni Kepala Bagian Badan Pengelola Perbatasan Bintan, Suwarsono, perwakilan Danlantamal IV Tanjungpinang, Kapten Marinir Hadi Siswanto serta tokoh pemuda, Suyito dan William Hendri.

Ketua BEM Fakultas Ekonomi Umrah, Hasbullah menyampaikan, kegiatan penguatan wawasan kebangsaan di titik terluar ini bertujuan untuk meningkatkan semangat bela negara dan memupuk rasa kecintaan kepada tanah air.

“Saat ini, semangat dan nilai – nilai nasionalisme sudah mulai pudar, apalagi di daerah perbatasan. Orientasi pemuda dalam menatap bangsa sudah mulai bergeser diterpa derasnya pengaruh era globalisasi,” ucap Hasbullah.

Dia mengutarakan, pemuda cenderung apatis dan tidak peduli dengan kondisi yang berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan generasi muda yang tangguh serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Pemuda di perbatasan memiliki peran yang penting dalam rangka membangun nasional caracter building,” katanya.

Kepala Bagian Pengelola Perbatasan Bintan, Suwarsono memaparkan, bahwa isu perbatasan bukan merupakan isu yang awam untuk didengar pada saat ini, banyak media baik cetak maupun online mulai memberikan fokus informasi terhadap daerah perbatasan terkait pembangunan dan kemajuan wilayah perbatasan.

“Sepertinya isu perbatasan sudah tidak asing lagi didengar, namun yang lebih penting dari itu, bagaimana menggerakkan semua elemen untuk menjaga dan memberdayakan potensi perbatasan, sehingga menjadi kekuatan dalam menjaga NKRI,” ujarnya.

Dia mengemukakan, Presiden Jokowi dengan konsep Nawacita, berkomitemen membangun Indonesia dari sisi wilayah terluar ataupun wilayah perbatasan. Tentunya hal ini menjadi nilai tambah bagi Kepulauan Riau yang memiliki 19 pulau terluar.

“Permasalahan pengelolaan perbatasan di wilayah Kabupaten Bintan masih seputar mengenai terbatasnya pembangunan prasarana infrastruktur dasar seperti jalan, air dan listrik, terutama bagi jalan desa atau jalan non status. Kita berharap kebutuhan dasar ini segera terpenuhi,” katanya.

Selain dialog kebangsaan, Komunitas Merah Putih juga menggelar bhakti sosial bersama masyarakat di Desa Telok Sebong. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.