Kredit Macet Bakal Dihapus, Sari Dwi Mulyawaty: Angin Segar Pelaku UMKM

by -1,053 views
Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kepulauan Riau, Sari Dwi Mulyawaty. Foto Ist
Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kepulauan Riau, Sari Dwi Mulyawaty. Foto Ist

Batam, (MetroKepri) – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepulauan Riau (Kepri) Sari Dwi Mulyawaty merespons positif rencana pemerintah yang akan memutihkan kredit macet usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bank BUMN atau Himpunan Bank Negara (Himbara).

Bahkan rencana tersebut sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sari menilai hal itu merupakan angin segar bagi pelaku UMKM.

“Rencana tersebut merupakan kabar angin segar bagi pelaku UMKM. Kita tahu dalam beberapa tahun terakhir banyak pelaku UMKM gulung tikar gara-gara Covid-19. Mau pinjam modal ke bank susah karena punya kredit. Jadinya pada memilih tutup,” ujar Sari di Batam, Selasa (15/08/2023).

Calon Anggota DPRD Kota Batam itu pun mendorong rencana tersebut segera direalisasikan agar para pelaku UMKM kembali bergairah. Pasalnya UMKM adalah salah satu sektor penopang terbesar perekonomian RI, khususnya Batam.

“Salah satu bank-nya sendiri yakni BRI sudah mendukung rencana pemerintah tersebut. Jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda lebih lama lagi rencana tersebut. Apapun sekarang butuh percepatan termasuk nasib UMKM,” ungkap Sari.

Kendati demikian, Sari yang juga Bacaleg DPRD Kota Batam dari Partai Nasdem untuk Dapil 6 (Sekupang dan Belakang Padang) ini meminta pelaku UMKM tidak memanfaatkan kemurahan hati pemerintah untuk berbuat curang. Misalnya sengaja tak membayar kredit karena tahu bakal diputihkan.

“Tapi saya mengajak pelaku UMKM untuk bermental curang. Gara-gara dihapus lalu seenaknya tidak mau membayar kredit nantinya. Kita harus memanfaatkan kebaikan pemerintah ini untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penghapusan kredit macet ini bisa dilakukan untuk kredit macet hingga Rp5 miliar. Namun, untuk tahap pertama, yang akan dihapus yang maksimal kredit Rp500 juta, khususnya bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*)

Editor: Ian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.