Natuna, (MK) – Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kabupaten Natuna dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (Indonesian Air Force) berjenis Boeing 737 VIP, Senin (23/4/2018).
Kunjungan Panglima TNI ke Kabupaten Natuna ini juga dalam rangka meninjau pembangunan pertahanan dan sinergitas antara TNI – Polri.
Kedatangan Panglima TNI yang didampingi istri, Ani Hadi Tjahjanto bersama rombongan disambut langsung oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjend TNI Ibnu Triwidodo, Kapolda Kepri Irjen Pol Didit Widjanardi, Bupati Natuna, Hamid Rizal, FKPD dan jajaran TNI – Polri beserta sejumlah OPD di Bandara RSA.
Tidak menunggu waktu lama, dengan sigap Panglima bertolak menggunakan Helikopter menuju agenda yang telah dibuat. Sementara, Istri Panglima TNI mempunyai agenda tersendiri dengan mengunjungi PAUD bersama Ibu Dharma Pertiwi.
Adapun agenda pertama Panglima beserta rombongan adalah mengunjungi Pulau Sekatung, Kecamatan Pulau Laut. Pulau Sekatung merupakan salah satu pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara luar.
Di Pulau Sekatung, Panglima melihat secara langsung kesiapan dan solidaritas yang dijaga prajurit TNI.
Agenda kedua, Panglima kembali melanjutkan perjalanan udara menuju Tanjung Datuk untuk meninjau Batalyon Armed di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara.
Selanjutnya, Panglima kembali bertolak meninjau Batalyon Komposit I/ GP Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Disana Panglima TNI disambut semangat oleh prajurit gabungan TNI – Polri dengan menyanyikan selamat datang ke Natuna.
Usai makan dan istirahat, Panglima mengaku bangga dengan sinergitas dan solidaritas antara TNI – Polri yang ada di daerah perbatasan Natuna. Dengan adanya solidaritas dan sinergitas yang terjalin, masyarakat merasa aman dan wilayah NKRI terjamin keutuhannya.
“Tetap semangat buat Prajurit – Prajurit TNI – Polri yang bertugas di perbatasan. Saya ucapkan terima kasih atas pengabdian kalian, buat wilayah ini aman,” papar Panglima.
Tidak lupa, Panglima juga berpesan kepada Ibu Dharma Pertiwi yang hadir untuk mengajar dan mendidik anak – anaknya dengan baik agar dikemudian hari bisa menjadi Jenderal.
“Ayah saya dulu prajurit, tapi dengan pendidikan dan doa, saya bisa jadi Jenderal sekarang. Ibu – ibu Dharma Pertiwi juga harus seperti itu terhadap anaknya, barangkali nanti ada yang jadi Jenderal,” ujar Panglima TNI.

Kesempatan itu juga tidak disia – siakan Panglima dengan menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur prajurit yang hadir dan memberikan hadiah.
Agenda Panglima berlanjut dengan meninjau Paslabuh TNI AL, di Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga. Kemudian, Panglima kembali ke Bandara RSA dan mekakukan peninjauan Rumah Sakit Terintegritas yang berlokasi di komplek Lanud Raden Sadjad.
Di Rumah Sakit Terintegritas, Panglima melihat langsung kondisi rumah sakit. Ada beberapa hal yang kurang dan ini menjadi salah satu prioritas Panglima kedepannya.
“Kekurangan Rumah Sakit Terintegrasi ini menjadi prioritas, prajurit di perbatasan harus sehat selalu dalam menjaga perbatasan NKRI,” ucap Panglima.
Usai meninjau Rumah Sakit TNI, Panglima berserta rombongan kembali ke Jakarta dari Bandara Lanud RSA. (MANALU)
