Laksanakan Wasiat HM Sani, Yayasan Al Idris Buka Pendaftaran Santri

by -271 views
by
Ketua Yayasan Al Idris Kepri Suparman Manjan Saat Peresmian Pembangunan Pondok Pesantren
Ketua Yayasan Al Idris Kepri Suparman Manjan Saat Peresmian Pembangunan Pondok Pesantren
Ketua Yayasan Al Idris Kepri Suparman Manjan Saat Peresmian Pembangunan Pondok Pesantren
Ketua Yayasan Al Idris Kepri Suparman Manjan Saat Peresmian Pembangunan Pondok Pesantren

Bintan, (MK) – Yayasan Al Idris Kepulauan Riau membuka penerimaan santri baru untuk Pondok Pesantren Idris dan masyarakat umum, pada Rabu 18 Januari 2017. Sedangkan pendaftaran terakhir dijadwalkan pada 18 Maret 2017 mendatang.

“Terus terang, pendirian Pondok Pesantren Idris ini merupakan wasiat bagi kami dari almarhum Ayah Sani Gubernur Kepri yang sekarang digantikan Dr. Nurdin Basirun, M.Si. Almarhum lah yang meresmikan bangunan pesantren dan kita ingat betul sambutan beliau yang menginginkan Pondok Pesantren Idris bisa menjadi pesantren terdepan di Kepri, bahkan tingkat nasional atau internasional,” papar Ketua Yayasan Al Idris Kepri Dr. Suparman Manjan, Lc, M.Ed melalui press release malam kemarin.

Dia mengutarakan, belum genap setahun almarhum Gubernur Kepri H.M Sani meninggal yakni pada 8 April 2016 lalu, beliau meresmikan pembangunan Pondok Pesantren Idris, ditandai dengan peletakan batu pertama, di Jalan Wisata Bahari, Kampung Jeropet, Kawal, Kecamatan Gunungkijang, Bintan, pada Minggu (15/3/2015) silam.

Seperti yang pernah disampaikan Almarhum Ayah Sani ketika melakukan peletakan batu pertama, pembangunan Pondok Pesantren Idris merupakan bukti konsep pembangunan Kepri yang berjalan baik.

“Jargon pendidikan Kepri bernuansa agama dapat ditumbuhkembangkan di masa mendatang. Era globalisasi yang mendera generasi muda, mesti dibentengi dengan kehidupan beragama. Salah satunya dengan pesantren ini, agar terciptanya ahlak generasi muda yang baik,” pesan almarhum Ayah Sani ketika memberi sambutan waktu itu yang ditirukan oleh Ketua Yayasan Al Idris Kepri Dr. Suparman Manjan.

Masih kata Suparman Manjan, lokasi pembangunan pesantren merupakan wakaf dari warga yang bernama almarhum Idris. Akan hal itu, nama pesantrennya adalah Pesantren Idris, sesuai wasiat pemberi wakaf tanah.

“Seluas satu hektare tanah wakaf dari almarhum. Sebagian lagi dibebaskan dari warga sehingga menjadi dua hektare. Dengan niat ikhlas, bertekad kuat mendirikan pesantren modern Idris,” kata Suparman.

Alumnus doktoral jurusan kurikulum dan methodologi pengajaran Universitas El – Nilain Khartoum Sudan ini melanjutkan, program pesantren moderen yang akan digulirkan diantaranya mencetak ulama masa depan serta hafidz dan hafidzoh.

“Tahun ini kita mulai menerima santri baru gelombang pertama yang dibuka pada 16 Januari untuk keluarga pengurus Yayasan Al Idris Kepri dan 18 Januari – 18 Maret 2017 untuk umum yang diumumkan hasil tes dan wawancara pada 27 Maret 2017, pendaftaran gelombang 2 pada 28 Maret – 25 April 2017 yang pengumumannya bisa dilihat pada 30 April 2017,” kata Suparman.

Sementara itu, untuk tempat dan waktu pendaftaran dipusatkan di Jalan Jeropet I Kawal, Kabupaten Bintan dan Jalan Adi Sucipto KM 11 Ruko 2 Lt 2 Tanjungpinang di tempat kantor Yayasan Al Idris.

“Pesantren ini milik umat, milik warga Kepri sehingga kita juga membuka peluang berdonasi untuk mengembankan pendidikan moral yang memang sangat dibutuhkan oleh daerah dan bangsa ini. Semoga ada donatur yang mau membantu aktifitas atau kelancaran pembangunan pondok pesantren terbesar di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ini,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.