Pecat Kader, Mansyur Kecewa Dengan DPD Golkar Kepri

by -329 views
by
Raja Mansyur Razak. Foto RUDI PRASTIO
Raja Mansyur Razak. Foto RUDI PRASTIO.jpg

Tanjungpinang, (MK) – Sebagai sesama kader Partai Golkar, Mantan Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Raja Mansyur Razak merasa kecewa dengan sikap Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad yang dikabar memecat Ketua DPRD Bintan, Lamen Sarihi dan Ketua DPRD Karimun Raja Asyura.

“Saya melihat, pemimpin partai baik di provinsi, kabupaten/ kota lebih mementingkan didalam lingkungannya saja, bukan kepada kaderisasi organisasi. Artinya, orang – orang yang dekat dengan (Ketua Partai) yang mau didudukan. Contohnya, Lamen Sarihi sebagai Ketua DPRD Bintan dan Raja Asyura kok mau dipecat. Mau diganti, apa bukan kader Golkar mereka? Kalau ada salah coba lakukan pembinaan, teguran, ajak dialog, bukan main pecat – pecat. Negara apa kita jadinya,” papar Mansyur kepada MetroKepri.com, Rabu (23/11).

Mansyur mengutarakan, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri dalam hal ini Ansar Ahmad tidak menjalankan kebijakan – kebijakan partai sesuai ketentuan yang ada.

“Salah benarnya, kita harus mengacu kepada aturan partai dan UU yang ada. Organisasi itu ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, flapon, visi misi. Artikan ini dulu baru menggunakan, itu baru namanya ledership,” ujar mantan Legislator Partai Golkar ini.

Selain itu, kata dia, konsulidasi bilamana ada hal yang menyangkut masalah pengkaderan harus melalui OKK (Organisasi dan Kekaderisasian), ini tugasnya bagaimana membina kader – kader partai.

“Kalau ada hal – hal yang demikian, lebih konteknya hal pembinaan, kontek konsulidasi, dan komunikasi. Itu yang harus dibangun oleh partai, bukan setiap ada kesalahan orang harus dipecat, harus diganti. Itu tidak mendidik dalam suatu organisasi,” katanya.

Menurut dia, Partai Golkar adalah partai besar, partai yang tua di republik ini. Seharusnya lebih menunjukan eksistensi, setiap pemimpin partai itu lebih menunjukan hal yang sifatnya pembinaan, mengayom dan sebagainya.

“Bukan pecat memecat. Ini yang saya tidak sepakat dan tidak setuju. Saya merasa ini adalah obok – obokan tentang masalah hal demikian bukan dalam arti kata lebih mengedepankan kaderisasi, melainkan mementingkan kelompok – kelompok dari pada masing punya kepentingan,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.