Bintan, (MK) – Wakil Bupati Bintan Drs. H. Dalmasri Syam MM menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bintan berkomitmen untuk memfokuskan kembali pelayanan kepada kaum Lansia yang selama ini dinilai masih kurang maksimal.
“Maka, Pemkab Bintan melalui Dinas Sosial Kabupaten Bintan akan mengoptimalkan pelayanan bagi Lansia di luar Panti,” papar Dalmasri saat membuka secara resmi pelayanan Lansia di Luar Panti yang dilaksanakan di Desa Malang Rapat, Jum’at (17/11/2017).
Pada kegiatan tersebut turut hadir Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kadis Perhubungan, Kadis Pariwisata, Kasatpol PP, Kaban P3AP2KB dan Ketua Komisi III DPRD Bintan. Dikesempatan itu juga, Wakil Bupati Bintan menyerahkan bingkisan makanan penambah gizi dan vitamin untuk para Lansia secara simbolis. Dia berharap, agar seluruh Lansia yang ada di Bintan hendaknya mendapatkan kenyamanan dan kesejahteraan di hari tuanya.
“Bapak dan ibu semua sudah bekerja keras demi membesarkan anak – anak dan menopang kehidupan keluarga. Usia senja ini masanya untuk kita sedikit beristirahat dan kembali mendapat perhatian dari anak – anak kita. Kami hanya terus berupaya agar orang – orang tua kita yang ada di Bintan bisa tenang di masa tuanya. Tidak lagi memikirkan pencarian, tidak lagi berurusan dengan kebun, laut dan sebagainya, serta yang paling penting selalu sehat wal afiat,” ujar Dalmasri.
Sementara, Kadis Sosial Kabupaten Bintan Naharuddin S.Ag menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan manfaat nyata perbaikan kualitas hidup bagi masyarakat khusunya kaum lanjut usia melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan Lansia.
“Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 60 orang Lansia yang berasal dari Desa Malang Rapat. Nanti juga ada tenaga medis dari Dinas Kesehatan yang akan melakukan pelayanan,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Pj. Kades Malang Rapat Rizky Bintani memaparkan bahwa masyarakat Desa Malang Rapat memiliki banyak kaum Lansia yang memang harus mendapatkan perhatian lebih. Kehadiran program ini tentunya disambut baik oleh seluruh masyarakat yang seyogyanya memang harus diprioritaskan.
“Pelayanan ini akan berdampak positif bagi orang – orang tua kita. Mudah – mudahan kedepannya, dan atas keseriusan pemerintah daerah, kita dapat bersama – sama memberikan kesejahreraan yang semestinya kepada para Lansia,” katanya saat ditemui usai kegiatan.
Diketahui bahwa saat ini tercatat kurang lebih 7.000 orang Lansia yang ada di Kabupaten Bintan. Mengimplementasikan UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan Lansia, Pemkab Bintan memiliki azam untuk memberikan perhatian optimal pada para Lansia. (Red)
