
Tanjungpinang, (MK) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mengkaji kenaikan harga gas subsidi 3 kilogram pada tahun 2017 ini.
“Masih dalam kajian kita. Tentunya, kenaikan harga gas akan menimbulkan beberapa wacana. Maka, ini perlu kajian khusus,” papar Sekda Kota Tanjungpinang, Riono saat ditemui di ruangannya, Rabu (04/1).
Menurut dia, kenaikan gas 3 kg ini akan berdampak kepada masyarakat menengah kebawah di Tanjungpinang.
“Ya pasti, masyarakat yang merasakan dampaknya. Tentu kita tidak bisa samakan sama Kota Batam sebagai kota industry. Jadi disana sudah naik jauh dan kita disini belum naik,” ujarnya.
Dia mengutarakan, pertemuan dengan para distributor Minyak dan Gas (Migas) yang meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memberikan rekom kenaikan harga gas 3 kg tersebut.
“Itu baru pertemuan. Nanti kita akan diskusi dan kaji bersama asissten dua Pemko Tanjungpinang. Tentu alasan mereka juga masuk akal, dikarenakan setiap tahun ada kenaikan upah, tentu dengan kenaikan harga gas mereka bisa menaikkan upah para pekerja mereka,” ucapnya.
Untuk saat ini, kata dia, pertimbangan Pemerintah Kota Tanjungpinang masih sangat memikirkan nasib masyarakat kalangan bawah.
“Kita juga mempertimbangkan. Kenaikan harga tentu akan membebankan masyarakat. Jadi itulah, kembali lagi kita tunggu seluruhnya dikaji, baru bisa kita putuskan naik atau tidak,” katanya. (SYAIFUL AMRI)
