Pemko Tanjungpinang Sediakan 5000 Hektare Lahan Untuk Rusunawa

by -236 views
by
Sekdako Tanjungpinang, Riono saat diwawancara media. Foto SYAIFUL AMRI
Sekdako Tanjungpinang, Riono saat diwawancara media. Foto SYAIFUL AMRI

Tanjungpinang, (MK) – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Riono menyampaikan, program kota tanpa kumuh (KOTAKU) menggunakan sinergi platform kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/ kota.

“Serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100 – 0 – 100,” ucap Riono sebelum membuka lokakarya sosialisasi Kotaku dan Workshop Strategi Komunikasi tahun 2016 Kota Tanjungpinang di salah satu hotel di Tanjungpinang, Selasa (15/11).

Hal itu juga dalam rangka mewujudkan pemukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

“Untuk penanganan kota kumuh di Kota Tanjungpinang, kita sudah melakukan pemetaan di beberapa titik. Salah satu lokasi di Jalan Raja Haji Fisabillilah KM 8 dan sudah kita usulkan ke pemerintah pusat untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dengan luas lahan 5000 hektare. Serta penanganan kawasan kumuh di wilayah Tanjungunggat dan Kampung Bugis,” ujar Riono.

Riono mengutarakan, untuk mewujudkan hal itu tentunya pemerintah tidak dapat melakukan sendiri, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng BUMN dan BUMD, bahkan pengusaha. Misalnya taman kota dikelola oleh pihak perbankan melalui dana CSR – nya. Dan Pemko Tanjungpinang sendiri masih terus melaksanakan program bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Meski kondisi keuangan daerah masih defisit, namun program – program di masyarakat tetap kita jalankan. Seperti rumah tidak layak huni (RTLH), Raskin, dan KUBE,” paparnya.

Dia mengemukakan, kawasan permukiman kumuh saat ini luasnya sekitar 38.431 ha dan 23.473 ha diantaranya berada di wilayah perkotaan serta 11.957 ha berada diwilayah perdesaan.

“Khusus untuk wilayah perkotaan, Direktorat Jenderal Cipta Karya melaksanakan berbagai program penanganan permukiman kumuh, salah satunya adalah Program KOTAKU,” katanya.

Masih kata Riono, untuk mencapai target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan pemukiman kumuh dan 100 persen sanitasi (100 – 0 – 100), tentunya perlu peran serta dan sinergi dari masyarakat, pemrintah pusat serta stakeholder.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman keterampilan peserta dalam menyusun strategi komunikasi, sehingga adanya perubahan sikap dan perilaku masyarakat untuk hidup bersih, sehat, dan produktif, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan kawasan proritas kumuh di Kota ini,” tuturnya.

Berkaitan dengan penilaian Adipura, Riono menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, jangan membakar sampah dan buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.

Acara itu dilanjutkan dengan penyerahan profil Kota Tanjungpinang dari Budi Effendi ST, Askot Mandiri Kota Tanjungpinang Program KOTAKU kepada Sekda, Drs. Riono, M. Si.

Pada acara itu juga, turut hadir Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Robert Pasaribu, jajaran SKPD, Camat, Lurah, serta Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), yang sekaligus peserta. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.