Pemko Tanjungpinang Tandatangani MoU Dengan Bank Indonesia

by -241 views
by
Lis usai menandatangani MoU dengan Bank Indonesia
Lis usai menandatangani MoU dengan Bank Indonesia

Tanjungpinang, (MK) – Penandatangan kesepahaman dalam rangka pelaksanaan tugas pokok Bank Indonesia perwakilan wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang merupakan sebuah komitmen Bank Indonesia mendukung ekonomi daerah Kota Tanjungpinang.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota Kota Tanjungpinang, Selasa (17/5).

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH menyampaikan, Kota Tanjungpinang bukan kota aliansi perindustrian atau pertanian bersekala besar.

“Tetapi, Kota Tanjungpinang merupakan kota yang bergerak dalam sektor perdagangan sejak zaman dulu,” ujar Lis.

Namun, kata Lis, bukan berarti Kota Tanjungpinang tidak mampu mengendalikan sektor pertanian berskala kecil. Nantinya sektor pertanian bersekala kecil ini juga akan dapat menggerakan sektor perekonomian Kota Tanjungpinang.

“Sebagai pengukuran dalam perhitungan inflasi, pergerakan ekonomi Kota Tanjungpinang sejak tahun 2015 sudah cukup baik. Angka dari inflasi itu memang tidak begitu besar, hanya sekitar 2,42 persen dan lebih rendah dari basis inflasi nasional sebesar 4 persen,” papar Lis.

Lis mengatakan, Bank Indonesia dengan program – program kemasyarakatanya dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan program kemasyarakatanya akan bersinergi dengan pelaku – pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi Kota Tanjungpinang agar tidak meningkat tajam.

“Ada beberapa program yang akan dicanangkan Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang, salah satunya tim inflasi daerah bersama Bank Indonesia telah melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Kunjungan tersebut mendapat hasil, bahwa rentang kendali itu sangat berpenganruh pada kebutuhan Kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Dia mengutarakan, bersama Wakli Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul dan Sekertaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono selalu berdiskusi tentanng perspektif pada masalah – masalah perekonomian yang ada di Kota Tanjugnpinang sebelum melakukan Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang di support oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOMINDA).

“Kota Tanjungpinang sangat berpengaruh bagi Provinsi Kepulauan Riau. Saat dolar mengalami peningkatan, maka peningkatan inflasi di Kota Tanjungpinang akan menjadi sangat terasa, dan juga bahan pokok di Kota Tanjungpinang masih tergolong tinggi yang disebabkan stok bahan – bahan pokok di Kota Tanjungpinang ini banyak tahapan. Hal ini juga selalu menjadi permasalahan bagi Kota Tanjungpinang,” katanya.

Lis mengatakan, pemerintah telah mengajak para stakeholder dan beberapa pelaku usaha bersama untuk berkoordinsasi dalam rangka untuk mengetahui titik – titik dari mana saja barang – barang yang ada di Kota Tanjungpinang ini berasal.

“Agar nantinya, distributor yang ada di Kota Tanjungpinang dapat memasok barang langsung dari pemasok pertama,” ujarnya.

Pemotongan rentang kendali ini, sambung Lis, dalam rangka untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok yang cukup tinggi dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Jika kebutuhan mencukupi, maka daya beli masyarakat juga akan semakin meningkat.

“Pemerintah juga meminta stakeholder terkait untuk menghimbau para pedagang tidak memblow up harga barang kebutuhan masayarakat yang hanya mencukupi untuk bertahan, yang nantinya menyebabkan stok bahan pokok masyarakat menjadi cepat habis,” ucapnya.

Selain itu, Lis juga mengajak TNI, POLRI serta Kejaksaan untuk bersama pemerintah dapat mencari solusi dalam menyelsesaikan permasalahan ini, serta bersama untuk mensejahterakan masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Rasal Eka Putra menyampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang, April lalu Gubernur Bank Indonesia dengan Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri juga telah melakukan kesepakatan dalam rangka bersinergi untuk membangun ekonomi secara nasional dan daerah.

“Inilah yang memicu untuk kita bersama membangun daerah. Bank Indonesia daerah ini juga nantinya bisa menjadi penasehat pemerintah mulai dari provinsi sampai pemerintah daerah bagaimana natinya dapat memberikan masukan masukan bagi pemerintah daerah untuk bersama dapat membangun daerah lebih baik lagi dan juga yang akan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Gusti.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah cukup baik beberapa tahun terakhir ini.

“Inflasi kita lebih baik di banding Batam, dan juga kita dapat membaik lagi dengan dapat memanfaatkan potensi – potensi yang ada lebih lagi. Kedepannya dapat saling bahu membahu dalam mendorong kemajuan daerah serta menjadikan masyarakat Tanjungpinang dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Penandatangan kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Bank Indonesia perwakilan wilayah Provinsi Kepri ini juga dihadiri oleh Pejabat Eselon 2 Kota Tanjungpinang, jajaran SKPD dan FKPD, Stakeholder Perbankan, Pelaku Usaha di wilayah Kota Tanjungpinang, Mahasiswa dan perwakilan masyarakat Kota Tanjungpinang. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.