Petugas Parkir Bazar Pamedan Pungut Tarif Diluar Standar

by -267 views
by
Kendaraan parkir di areal bazar Ramadan di Lapangan Pamedan A Yani Tanjungpinang. Foto SYAIFUL AMRI
Kendaraan parkir di areal bazar Ramadan di Lapangan Pamedan A Yani Tanjungpinang. Foto SYAIFUL AMRI

Tanjungpinang, (MK) – Petugas parkir bazar Ramadan yang diadakan di Lapangan Pamedan Ahmad Yani memungut tarif lebih dari harga yang tertera dikupon parkir, bahkan ada yang sengaja tidak memberikan kupon parkir tersebut.

Selain itu, saat pemungutan parkir cenderung kasar dan memaksa, sehingga para pengunjung bazar memilih untuk membayar.

Padahal, penggunaan tiket parkir sudah diatur dalam Perda No 04 Tahun 2016 tentang retribusi perparkiran.

Hal itu banyak dikeluhkan masyarakat yang memarkirkan kendaraannya ketika hendak berbelanja di bazar tersebut.

“Wah parah bang. Bukan apa ya, kita harus bayar 2000, malah pernah diminta 5000. Kupon pun saya enggak dikasih, kalau motor saya hilang, lalu saya tak pegang kupon kemana saya mau klaim!,” kesal salah satu pengunjung, Andri, Senin (20/6) sekitar pukul 16.47 WIB.

Dia mengutarakan, beberapa petugas parkir sengaja mengatakan bahwa tidak menggunakan tiket dan perparkirannya bukan dari pemerintah.

“Mereka bilang, memang enggak ada kupon, terus minta bayar sesuka hati mereka. Kata mereka parkir itu bukan dari pemerintah,” ujarnya.

Pantauan MetroKepri.com di sekitar areal parkir bazaar Ramadan di Lapangan Pamedan, terlihat beberapa kejanggalan dalam pemungutan retribusi perparkiran. Jika pemungutan retribusi langsung dipungut oleh Dishub sendiri, kemungkinan akan langsung disetorkan ke kas daerah.

Namun, petugas parkir sengaja tidak memberikan karcis, hanya meminta upah parkir dan tidak langsung menyetorkan kepada Dishub Kota Tanjungpinang.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi meminta masyarakat untuk membayar parkir sesuai dengan harga tiket yang telah ditentukan.

“Bayar sesuai harga yang tertera ditiket, jangan bayar lebih,” ujar Samsi melalui aplikasi LINE – nya.

Samsi menghimbau, agar masyarakat harus jeli terhadap pelanggaran yang dilakukan para petugas parkir.

“Harus tahu aturan, jeli dan waspada terhadap pelanggaran, jangan bayar parkir kalau tak ada tiket, jangan bayar lebih kalau harga ditiket itu sudah ada,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.