Raih Juara III API, Pantai Sisi Terkesan Dianak Anak Tirikan

by -247 views
Pemandangan Pantai Sisi Dari Jarak Jauh
Pemandangan Pantai Sisi Dari Jarak Jauh

Natuna, (MetroKepri) – Sejauh mata memandang, membentang hamparan pasir putih sepanjang garis pantai sejauh 8 Kilometer dengan air laut bening kehijauan. Pantai yang telah dikenal secara nasional dan mancanegara ini, dikenal dengan nama Pantai Sisi.

Letaknya yang juga terpisah dengan Ibukota Kabupaten Natuna, dipisah oleh lautan bebas dan berada di Pulau Serasan. Untuk menuju ke lokasi tersebut, transportasi yang bisa dipergunakan yakni transportasi laut, dengan jarak tempuh 12 jam, harga tiket Rp 75 ribu bila menggunakan Kapal PT Pelni, KM Bukit Raya.

Pantai Sisi bukanlah pantai sembarangan, namanya sudah dikenal didalam negeri karena telah ditetapkan sebagai juara III kategori objek wisata bersih terpopuler (most popular cleanliness) pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2017.

Kala itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Wan Siswandi, mewakili Bupati Natuna, menerima secara langsung piagam penghargaan tersebut dari Sekretaris Menteri Pariwisata, Uus Kuswara.

Penghargaan API ini, tentunya diraih berkat kerjasama seluruh elemen masyarakat Natuna, baik pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna (TP3N), pihak Swasta, Penggiat Pariwisata dan masyarakat sehingga salah satu objek wisata di Natuna mendapat pengakuan dikancah Nasional.

Kabar gembira ini tentunya menjadi sebuah motivasi bagi semangat kepariwisataan di Natuna, untuk terus memperkenal objek wisata Natuna ke tingkat Nasional, apalagi masuk menjadi nominasi dalam API bukan hal mudah.

Tapi setelah dua tahun berlalu, sejak ditetapkan menjadi juara III pada ajang API Tahun 2017, nama Pantai Sisi hilang bak ditelan bumi. Sebagai juara III, tidak ada pengaruhnya bagi kunjungan wisatawan.

Hal ini diketahui dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Serasan, Cherman saat dikonfirmasi disalah satu home stay yang ada di Kecamatan Serasan, Senin 01 Juli 2019.

“Kami hanya dapat rasa bangga saja, tidak ada pengaruhnya untuk tingkat pengunjung. Walaupun Pantai Sisi juara III di ajang API Tahun 2017, untuk kunjungan wisatawan lokal angkanya tetap normal setiap akhir pekan, libur lebaran dan tahun baru. Puncak kunjungan terbesar pada Lebaran Idul Fitri hari ke 3, pengunjung lokal bisa mencapai tiga ribu orang,” papar Cherman.

Sedangkan untuk kunjungan luar negeri, Cherman mengatakan, setiap tahun Pantai Sisi dikunjungi oleh Kapal Yacht yang merupakan bagian dari perjalanan Sail to Natuna setelah kunjungan ke Pulau Tiga dan Tanjung. Setiap tahun, biasanya Kapal Yacht ini akan singgah selama 3 sampai 4 hari di Pantai Sisi.

Sebagai Ketua Pokdarwis, Cherman sangat menyayangkan walaupun Pantai Sisi sudah dikenal secara nasional dan pernah dinobatkan sebagai pantai alami terbaik dunia oleh salah satu majalah ternama di Amerika pada tahun 2006, perhatian dari Dinas Pariwisata Natuna, Provinsi dan Kementerian belum fokus ke potensi wisata daerah ini, sehingga dampak dari penghargaan yang diperoleh tidak terasa dan tidak terlihat signifikan.

“Kami maklum, mungkin karena pemerintah masih fokus pada Ibu Kota Natuna yang terletak di Pulau Bunguran. Wajarlah kalau daerah wisata di tempat kami dianak tirikan, walaupun pantai kebanggaan kami ini dapat juara,” ujarnya.

Walaupun begitu, pria yang sudah malang melintang di dunia wisata dan mempunyai sertifikat diving ini mengaku akan terus berbenah dari kesiapan Sumber Daya Manusianya (SDM), percuma jika disiapkan infrastruktur dan promosi besar – besaran jika nanti mengecewakan para pengunjung.

Saat ini, Cherman memaparkan, pembenahan yang dilakukan memakai anggaran dana desa, seperti mengikuti pelatihan dan menyiapkan lahan objek yang akan dijadikan objek wisata unggulan tiap desa. Bagi desa yang tidak memiliki objek wisata alam, ia telah menyiapkan objek wisata budaya, kerajinan, souvenir, kuliner dan objek wisata kerajinan tikar.

Sadar akan potensi daerahnya, Cherman memberikan kesempatan seluas – luasnya bagi masyarakat lokal untuk menawarkan jasa dan dagangan mereka pada momen liburan dan lebaran. Ini merupakan berkah tahunan bagi warga setempat untuk mengais rezeki.

“Saya terus menghimbau dan mendorong warga, untuk memanfaatkan sektor wisata dalam meningkatkan perekonomian warga, mari kita bekerja sama dengan pemerintah desa. Walaupun daerah ini dianaktirikan, saya yakin dan optimis sektor wisata di Serasan akan maju dan berkembang,” ucap Cherman.

Pemandangan Pantai Sisi Dari Jarak Dekat
Pemandangan Pantai Sisi Dari Jarak Dekat

Berbicara tentang pesona wisata yang ada didaerahnya, Sekcam Serasan, Wendriady saat dijumpai di warung kopi ‘Pagi Sore’ mengatakan saat ini dukungan teknis dari dinas terkait belum ada.

Walaupun baru 6 bulan menjabat sebagai Sekcam Serasan, sepaket dengan Camat Serasan Muhammad Amin, Wendriady menjelaskan upaya yang dilakukan pihak kecamatan adalah dengan melakukan kegiatan rutinitas pemberdayaan kepada masyarakat dan Pokdarwis tetap menjaga kealamian dan kebersihan Pantai Sisi. Selain itu, merapikan bangunan-bangunan liar menuju ke Pantai Sisi.

Ia menjelaskan, Pantai Sisi ini membentang di dua kecamatan yakni Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur. Ia membenarkan, kalau kapal yacht sering berlabuh di Pantai Sisi setelah melakukan perjalanan dari Pantai Tanjung di Sail to Natuna.

Wendriady berharap, kedepannya ada event-event yang diadakan di pantai kebanggaan masyarakat Serasan seperti, Festival Pulau Senua atau olahraga pantai seperti Voli Pantai bertaraf nasional maupun internasional.

“Kami akan terus berbenah, mungkin secara perlahan-lahan kami akan membangun homestay di sekitar Pantai Sisi, selama ini homestay agak jauh dari posisi pantai, jadi kurang efisien secara waktu. Pemerintah Kecamatan Serasan akan selalu mendukung pembangunan wisata di daerah ini, kerajinan-kerajinan sudah siap, begitu juga dengan guide (pemandu wisata) sudah disiapkan. Kami siap bila ada event yang akan diselenggarakan disini,” katanya.

Sementara itu, Camat Serasan Timur, Khaidir saat dijumpai di kediamannya mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya sebatas mengusulkan ke kabupaten terkait pengembangan Pantai Sisi. Dengan kondisi APBD Natuna yang minim, susah untuk mempersiapkan akses yang baik.

Menurutnya, sebagai pantai yang pernah mendapat penghargaan, Pantai Sisi harus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi serta Pusat.

“Sehebat apapun kami poles daerah ini dan dimantapkan, kalau belum ada aksesnya, percuma, majunya agak lambat. Harus pelan-pelan diperbaiki seperti jalur transportasinya harus lancar tiap hari dan memperbaiki akses-akses lainnya,” paparnya.

Ia sangat mendukung kegiatan Pokdarwis yang ada di daerahnya, Pokdarwis sangat mendukung dan berpikiran positif terhadap pengembangan potensi wisata daerah. Kerjasama yang baik antara pemerintah kecamatan, Pokdarwis dan masyarakat dapat mempertahankan kealamian dan kebersihan Pantai Sisi.

Khaidir optimis dengan dibangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Serasan, akan terjadi perubahan dalam semua sektor termasuk sektor pariwisatanya.

“Kalau sudah berdiri PLBN, mau tidak mau daerah ini pasti dibenahi. Kalau sudah jadi PLBN ini, negara tetangga yang dekat ke Serasan pasti akan datang kesini, bisa distempel visa paspor disini. Walaupun PLBN belum dibangun, kalau ada event yang mau dilaksanakan di Pantai Sisi, kami siap menjadi objeknya, asalkan anggarannya dari kabupaten atau provinsi,” imbuhnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.