Ranat Merasa Jadi “Kelinci” Percobaan, PH Tuding 2 Oknum Bawaslu Penzoliman

by -132 views
PH PSI Heriyanto bersama Ranat Mulia Pardede dan beberapa pengurus PSI Saat gelar konfrensi Pers
PH PSI Heriyanto bersama Ranat Mulia Pardede dan beberapa pengurus PSI Saat gelar konfrensi Pers
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Politis Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ranat Mulia Pardede yang divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang merasa bahwa oknum Bawaslu Kota Tanjungpinang jadikan dirinya sebagai “Kelinci” percobaan dalam kasus pelanggaran Pemilu.

Hal ini dikatakan oleh Ranat panggilan akrabnya Caleg PSI ini saat melaksanakan Konfrensi Pers, Minggu (10/3/2019) di kantor DPW PSI Kepri jalan R H.Fisabilillah Km 8 Komplek Pinang Mas Residence Ruko Blok B No. 7, Tanjungpinang.

“Dalam masalah ini saya merasa menjadi “Kelinci” percobaan yang dilakukan oleh pihak oknum Bawaslu Kota Tanjungpinang. Karena kasus ini sudah sampai tahap pengadilan dan saya dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan,” ucapnya.

Akan hal tersebut, Ranat  menanyakan sikap independensi pihak Bawaslu terkait beberapa kasus yang pernah mencuat ke khalayak, yang mana menurut dirinya, kasus-kasus pelanggaran Pemilu tersebut lebih berat dan lebih jelas-jelas melanggar.

“Kenapa kasus yang lain yang benar-benar terjadi dan dugaan Money Politik dan apa pun itu tidak diteruskan sampai ke pengadilan dan dihentikan pada saat tingkat Gakkumdu. Dengan hanya alasan kekurangan alat bukti lalu ‘Hilang’ kasus tersebut,” ujarnya.

Dikesempatan itu, PH PSI Heriyanto dan selaku kuasa hukum Ranat mengatakan, ini bentuk penzolimam dan kriminalisasi yang dilakukan oleh Oknum Bawaslu M.Zaini dan Maryamah kepada Ranat.

“Bawaslu itu penyelenggara pemilu, tugasnya membangun demokrasi bukan membangun kriminalisasi,” katanya dengan tegas.

Lanjut Dia, “Bikin peraturan yang membingungkan, membuat surat edaran yang tidak pada porsinya untuk mengikat keluar dan tidak diberikan wewenang oleh undang-undang, tiba-tiba mengatakan itulah yang diberlakukan,” tudingnya lagi.

Kemudian, lanjut Heriyanti, tidak ada sosialisasi yang dilakukan terhadap aturan dan surat edaran itu, bahkan lebih parahnya lagi pihak KPU tidak pernah mengetahui mengenai aturan dan surat edaran itu.

“Hal ini sama saja menjadikan Ranat sebagai “Kelinci” percobaan dalam kasus ini,” bebernya.

Untuk diketahui, tambah Heriyanto, setelah Ranat dinyatakan bebas oleh pengadilan atas kasus tersebut, kita akan mengambil langkah hukum selanjutnya baik itu perdata maupun pidana.

“Namun terlebih dahulu akan di godong hal ini bersama DPD, DPW dan DPP. Untuk hal di PN, saya sangat apresiasi terhadap kinerja dua orang Hakim selama dalam persidangan. Vonis bebas ini bisa dikatakan baru terjadi dan hal ini terjadi di Kota Tanjungpinang,” imbuhnya. (*)

Penulis: Novendra

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.