Tanjungpinang, (MK) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau pada September 2017 mengalami kenaikan sebesar 9,69 persen dibanding Agustus 2017, yaitu dari US$991,46 juta menjadi US$1.087,57 juta.
Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menyampaikan kenaikan nilai ekspor September 2017 ini disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas migas sebesar 32,16 persen dan nonmigas sebesar 0,87 persen.
“Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan sebesar 12,69 persen, yaitu dari US$965,13 juta menjadi US$1.087,57 juta,” papar Panusunan melalui release BPS Provinsi Kepri, Senin (16/10/2017).
Dia mengutarakan, naiknya nilai ekspor pada September 2017 dibanding September 2016 lalu disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas migas sebesar 91,83 persen. Total ekspor kumulatif Januari – September 2017 Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar US$9.103,69 juta.
“Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari – September 2016 mengalami kenaikan sebesar 10,06 persen, yaitu dari US$8.271,35 juta menjadi US$9.103,69 juta. Naiknya nilai ekspor Januari – September 2017 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif migas sebesar 71,01 persen,” ujar Panusunan.
Masih kata Panusunan, nilai ekspor nonmigas menurut golongan barang HS 2 digit selama Januari – September 2017, komoditas ekspor nonmigas Provinsi Kepulauan Riau yang nilai ekspornya terbesar adalah golongan barang mesin/ peralatan listrik (HS 85) yaitu sebesar US$1.943,78 juta, dengan peran sebesar 29,94 persen. Golongan barang berikutnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Provinsi Kepulauan Riau selama Januari – September 2017 adalah mesin – mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$989,16 juta (15,24 persen); minyak dan lemak hewan/ nabati (HS 15) sebesar US$795,69 juta (12,26 persen); berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$323,88 juta (4,99 persen); benda – benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US$321,72 juta (4,96 persen); kokoa/ coklat (HS 18) sebesar US$212,09 juta (3,27 persen); perangkat optik (HS 90) sebesar US$189,68 juta (2,92 persen); kapal laut (HS 89) sebesar US$137,51 juta (2,12 persen); timah (HS 80) sebesar US$134,99 juta (2,08 persen); serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar US$127,94 juta (1,97 persen).
Sementara itu, nilai ekspor komoditas ikan dan udang (HS 03) pada September 2017 yaitu sebesar US$1,74 juta mengalami penurunan sebesar 0,31 persen jika dibanding dengan Agustus 2017. Begitu juga ketika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2016, yaitu mengalami penurunan sebesar 6,16 persen.
“Komoditas ikan dan udang Januari – September 2017 mengalami penurunan sebesar 3,69 persen bila dibandingkan Januari – September 2016 dengan sumbangan 0,24 persen terhadap total ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari – September 2017,” ucap Panusunan.
Dia mengemukakan, nilai ekspor menurut negara tujuan utama negara tujuan ekspor Provinsi Kepulauan Riau pada September 2017 dengan nilai terbesar ke negara Singapura mencapai US$652,46 juta. Ekspor ke Singapura pada bulan ini mengalami kenaikan dibanding keadaan Agustus 2017, yaitu sebesar 20,35 persen.
“Tujuan ekspor Provinsi Kepulauan Riau selama September 2017 dengan nilai terbesar kedua ke negara Tiongkok, yaitu mencapai US$50,05 juta atau turun 12,96 persen dari bulan sebelumnya. Negara tujuan ekspor Provinsi Kepulauan Riau selama Januari – September 2017 dengan nilai terbesar ke negara Singapura yaitu mencapai US$4.752,95 juta atau 52,21 persen dari total ekspor kumulatif Januari – September 2017,” katanya.
Sedangkan, ekspor kumulatif ke Singapura Januari – September 2017 mengalami kenaikan dibanding keadaan Januari – September 2016, yaitu sebesar 8,22 persen. Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua secara kumulatif Januari – September 2017 dengan nilai mencapai US$499,92 juta dan peranan sebesar 5,49 persen.
Kemudian, negara tujuan ekspor terbesar ketiga sampai dengan kesepuluh Provinsi Kepulauan Riau berturut – turut adalah Amerika Serikat, Malaysia, India, Fed Russia, Perancis, Spanyol, Jepang, dan Australia. Kesepuluh negara tujuan ekspor Kepulauan Riau tersebut mempunyai peran sebesar 82,79 persen terhadap total ekspor Kepulauan Riau Januari – September 2017.
Ekspor kumulatif Januari – September 2017 Provinsi Kepulauan Riau dibanding ekspor kumulatif tahun lalu yang mengalami kenaikan cukup besar diantaranya ke negara India (211,83 persen); Spanyol (188,85 persen); Tiongkok (146,70 persen); dan Malaysia (62,18 persen).
Sedangkan, nilia ekspor menurut pelabuhan utama Kepulauan Riau September 2017, terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu dengan nilai ekspor US$272,78 juta; Pelabuhan Sekupang US$188,18 juta; disusul Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$187,19; Pelabuhan Tarempa US$179,60 juta; dan Pelabuhan Kabil/ Panau US$127,59 juta.
Total ekspor kumulatif Januari – September 2017 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu sebesar US$2.505,98 juta; terbesar kedua adalah Pelabuhan Sekupang US$1.541,88 juta; diikuti Pelabuhan Kabil/ Panau US$1.340,51 juta; Pelabuhan Tarempa US$1.331,86 juta; dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$1.100,59 juta.
Kontribusi kelima Pelabuhan tersebut adalah sebesar 85,91 persen dari kumulatif ekspor Januari – September 2017. Nilai ekspor di lima Pelabuhan utama selama Januari – September 2017 naik 13,42 persen dibanding Januari September 2016. (ALPIAN TANJUNG)
