
Tanjungpinang, (MK) – Dalam rangka stabilitas harga melalui pasar murah, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bekerjasama dengan BUMN Se Kota Tanjungpinang melakukan rapat. Rapat itu juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang.
“Harapan kita, agar Kota Tanjungpinang dapat bangkit dalam segi perekonomian. Sesuai data dari BPS Nasional bahwa Provinsi Kepri pada umumnya untuk pertumbuhan ekononi berada pada urutan terendah pertama Se – Sumatera dan terendah kedua Se – Indonesia,” papar Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono selaku pimpinan rapat, Rabu (31/5/2017).
Oleh karena itu, Sekda berharap agar UMKM dan partisipasi BUMN harus tetap eksis di Kota Tanjungpinang. Ini diakibatkan banyaknya perusahaan yang berada di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam gulung tikar (menutup perusahaan) sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Propinsi Kepri.
Rapat yang dilaksanakan di ruang Rapat Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang ini juga turut dihadiri oleh perwakilan BUMN diantaranya Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, TASPEN, Pegadaian, Pelindo, Angkasa Pura, PLN, serta perwakilan BNI dan BRI.
Dari berbagai pendapat dan saran akhirnya sepakat untuk memberikan bantuan di bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri. Baik itu menyelenggarakan pasar murah, bantuan sembako hingga bantuan program keluarga harapan (PKH) kepada 8400 kepala keluarga se Kota Tanjungpinang, diantaranya bantuan beras, gula, minyak goreng serta kebutuhan lainnya untuk menyambut Idul Fitri.
Dalam rapat ini juga disampaikan program dari masing – masing BUMN, diantaranya Bulog telah menyiapkan kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng. Bulog menjamin untuk ketersedian akan cukup untuk masyarakat Tanjungpinang, hingga lebaran nanti. Tentunya guna menekan harga pasar yang semakin meningkat, dan berharap dapat bekerjasama dengan seluruh BUMN yang hadir jika ada program bantuan sembako yang diperuntukkan kepada masyarakat.
Tentunya dengan harga distributor. Harga gula kemasan dari Bulog per kilo berkisar Rp11.900,- sedangkan harga dipasaran berkisar Rp12.500,- hingga Rp13.000,- bahkan jika membeli per karung bisa dibandrol dengan harga Rp11.300/ Kg.
Ini cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan gula dengan harga dibawah pasaran, dan langsung disambut positif dan baik oleh perwakilan BUMN yang hadir.
Selain Bulog, BUMN yang lain juga sepakat untuk membantu masyarakat, khususnya untuk warga yang kurang mampu melalui Pemerintah Kota Tanjungpinang, agar bisa menyalurkan program bantuan dengan baik dan tepat sasaran.
Dipenghujung rapat Riono berharap kepada BUMN dapat menanggapi peluang ini dengan baik, dan dapat saling kerjasama antara BUMN dan Pemerintah Kota Tanjungpinang agar pendistribusian yang diberikan nanti bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. Untuk masalah teknis pendistribusian nanti akan dikoordinir oleh Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Juramadi Esram.
Selain itu, Sekda juga menyampaikan, untuk harga daging segar, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui BUMD telah menyiapkan 10 ekor Sapi yang didatangkan dari daerah Jambi, ini untuk menekan harga daging yang semakin melonjak di pasaran.
Sampai hari ini sudah berkisar diharga Rp140.000/ Kg dan dipastikan bisa semakin melonjak hingga Idul Fitri nanti. Maka dari itu, BUMD Kota Tanjungpinang harus tetap memantau harga daging agar tetap stabil di harga Rp130.000/ Kg. (Red/Humas)
