Tanjungpinang, (MK) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus berupaya menekan gejolak harga pada sejumlah komoditas pangan yang terjadi di pasar. Salah satunya harga cabe merah yang akhir – akhir ini terus merangkak naik di Kota Tanjungpinang.
Mengatasi hal itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH mengambil langkah dengan melakukan kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) dengan dua daerah penghasil yakni Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Sleman.
Dua daerah tersebut yang akan memberikan pasokan produksi ketahanan pangan di Kota Tanjungpinang. Kerjasama yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang ini juga untuk memotong mata rantai panjang dari petani ke tengkulak – tengkulak dan meminimalisirkan terjadinya praktek broker yang memanfaatkan dan memainkan harga komodity pangan sehingga menjadi mahal.
Menurut Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, harga cabe merah pada hari – hari biasa mencapai Rp70.000 per kilogramnya. Namun jika hari – hari besar bisa mencapai Rp100.000 lebih.
“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan akan cabe merah dan menjaga stabilitas harga, sehingga nantinya tidak memberatkan masyarakat. Diantaranya adalah dengan melakukan MoU dengan Kabupaten Kulonprogo ini,” papar Lis disela – sela penandatanganan nota kesepahaman dengan Kabupaten Kulonprogo di Aula Adikarta, Wates, Jum’at (9/12).
MoU antara Kabupaten Kulonprogo dan Kota Tanjungpinang dalam bidang pemberdayaan perekonomian dan perdagangan produk lokal kulonprogo ini, diharapkan akan saling bersinergi dan mendatangkan kontribusi positif serta menguntungkan sektor ekonomi kedua belah pihak.
“Tidak hanya itu, MoU ini juga berlaku untuk produk – produk unggulan lainnya, sehingga diharapkan dapat memenuhi sektor perekonomian dan perdagangan di Tanjungpinang,” ujar Lis.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kulonprogo Ir. Budi Antono mengatakan cabe merah di Kulonprogo memang terbilang surplus dan berkualitas serta bisa panen setiap waktu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan lokal dan daerah lain. Berdasarkan data, produksi cabe merah Kulonprogo pada tahun 2014 mencapai 12.000 ton diatas lahan 1.500 hektare. Pada tahun 2015 menembus angka 16.000 ton diatas tanah 1.300 hektare, dan pada tahun 2016 per Oktober mencapai 15.000 ton pada lahan seluas 1700 hektare.
Dengan adanya MoU ini, Pj Bupati Budi menilai, sedikit banyak dapat membantu pemenuhan kebutuhan akan bahan pangan di Tanjungpinang.
“Selain itu, yang terpenting adalah dapat terjalin hubungan yang saling menguntungkan dan mengangkat kesejahteraan petani maupun masyarakat pada umumnya,” ucap Budi.
MoU ini berlaku selama 2 tahun, dan dapat diperpanjang lagi sesuai kesepakatan antara keduabelah pihak.
Saat melakukan kerjasama itu, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si yang juga Ketua TPID, Direktur BUMD, Asep Nana Suryana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti serta sejumlah pejabat yang terlibat dalam penanggulangan inflasi di daerah Kota Tanjungpinang.
Usai pendantanganan, Wali Kota beserta rombongan mengunjungi perkebunan cabe, Lis juga melihat langsung bagaimana para petani memetik hasil panen cabainya. (ALPIAN TANJUNG)
