Tenaga Kerja Tanjungpinang Kurang Diminati Investor

by -208 views
by
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Drs. Firdaus. Foto SYAIFUL AMRI
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Drs. Firdaus. Foto SYAIFUL AMRI

Tanjungpinang, (MK) – Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang menyebutkan, para investor kurang berminat untuk mengambil tenaga kerja asal Tanjungpinang.

“Para investor yang melakukan Mou dengan kita, kurang meminati untuk mengambil tenaga kerja dari Tanjungpinang,” ujar Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Drs. Firdaus saat di kunjungi di ruang kerjanya, Senin (23/5).

Dia mengemukakan, alasan para investor tersebut kurang minatnya dalam mengambil tenaga kerja, karena banyak tingkah.

“Kalau tenaga kerja asal Tanjungpinang ni banyak bertingkah. Sudah dapat kerja malah buat masalah, jadi investor pun agak sulit mau mengambil tenaga kerja dari tempatan. Berbeda dengan tenaga kerja asal Pulau Jawa, ketika bekerja mereka benar – benar ingin kerja,” paparnya.

Akan hal itu, kata dia, saat ini pihaknya terus berusaha dan mencoba untuk meyakinkan para investor untuk mengambil tenaga kerja dari tempatan atau asal Tanjungpinang.

“Saat ini, kita sedang usaha. Kita juga mau mengurangi angka pengangguran, jadi kita tetap berusaha kok,” katanya.

Firdaus juga menghimbau, bagi para pencari tenaga kerja agar benar – benar ingin bekerja. Jika ingin memperoleh pekerjaan dapat mengantar berkas lamaran ke Dinsosnaker Kota Tanjungpinang.

“Kalau mau, kita himbau untuk mengantar lamaran kerja sesuai persyaratan yang ditentukan para pengusaha tersebut. Jika ada masalah pekerjaan harap mengadukan kepada kita, biar ada jalan keluarnya, dan diharapkan setelah mendapat pekerjaan jangan hanya bermain – main saja, tanamkan dalam hati bahwa benar – benar ingin bekerja,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.