Natuna, (MK) – Bupati Natuna Hamid rizal menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak Perum Perikanan Nasional (PPN) di R.M Harbour Bay, Batam, Selasa (20/03/2018).
Pada acara itu juga turut dihadiri oleh beberapa OPD Pemkab Natuna. Sedangkan dari pihak Perum Perikanan Indonesia hadir General Manager SBU Fish Trade an Processing, Wenny Prihatini.
Penandatanganan kerjasama ini juga terkait keberadaan gudang beku terintegrasi (Integrated Cold Storage) dengan kapasitas 200 ton yang merupakan salah satu fasilitas di Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa untuk menampung potensi perikanan hasil tangkapan nelayan tempatan agar hasil komoditi tersebut dapat lebih bertahan lama serta pemasaranannya lebih terjamin.
Dalam sambutannya, Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan besarnya fungsi fasilitas tersebut untuk menjamin peningkatan ekonomi para nelayan tempatan. Maka dirasa perlu adanya kerjasama yang bersifat saling menguntungkan melalui pengembangan dan optimalisasi sistem bisnis perikanan dalam bentuk kerjasama pemanfaatan (KSP) untuk menjamin upaya pemberdayaan potensi kelautan dan perikanan daerah yang dirasa akan berdampak bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).
“Optimalisasi daya guna fasilitas tersebut diharapkan mampu menampung hasil tangkapan nelayan yang selama ini sulit untuk dipasarkan dan meningkatkan nilai jual produk perikanan melalui proses pengawetan yang sesuai prosedur pengolahan bahan pangan,” papar Hamid.
Sementara itu Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia, Ristanto Suanda berharap kehadiran mereka di Kabupaten Natuna dapat mendukung pelaksanaan pembangunan daerah melalui kontribusi peningkatan ekonomi masyarakat nelayan sebagai pelaku utama pemanfaatan potensi perikanan daerah.
“Gudang beku terintegrasi dapat dimanfaatkan antara lain bagi menampung hasil tangkap nelayan untuk menjaga kualitas dan pengelolaan pemasaran,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, terdapat pula kedai perbekalan bagi nelayan melaut seperti BBM, es untuk membekukan ikan semasa masih dilaut dan persediaan makanan bagi para nelayan.
Selanjutnya Perwakilan Perum Perindo Selat Lampa, Yogi Adri Firnanto menerangkan saat ini pengelolaan di gudang beku terintegrasi saat ini menghadapi kendala terkait penyesuaian jadwal armada angkut yang masih terbatas. Namun kedepan jadwal tersebut akan direvisi bagi memenuhi kebutuhan ekspor yang masih melalui Tanjungpinang dan Jakarta. (MANALU/ Humas)
