WFQR 4 Tangkap Kapal Bawa Bawang Dari Malaysia

by -229 views
by
Tim WFQR 4 Unit 1 Jatanrasla Saat Menghentikan Kapal Pengangkut Bawang Ilegal di Batam
Tim WFQR 4 Unit 1 Jatanrasla Saat Menghentikan Kapal Pengangkut Bawang Ilegal di Batam..jpg

Tanjungpinang, (MK) – Tim WFQR 4 Western Fleet Quick Response (WPQR) Unit 1 Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan di Laut) Lantamal IV dan Yon Marinir 10 menangkap kapal kargo kayu tanpa nama yang membawa bawang dan cabe illegal dari Malaysia di perairan timur Pulau Sambu, Senin (28/11) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Penangkapan itu berawal dari kecurigaan patroli Tim WFQR 4 terhadap kapal yang sedang berlayar di malam hari dari arah perairan Teluk Jodoh Batam tanpa menggunakan lampu penerangan.

Kemudian, Tim WFQR 4/ unit 1 melaksanakan penghentian dan memeriksa kapal tersebut di perairan utara Tanjung Pinggir Batam pada posisi 01 08 49 LU – 103 55 13 BT.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kapal tanpa nama dengan nahkoda Razianto itu, tim menemukan bawang 47 karung @35 Kg dan cabai 20 karung @30 Kg (total muatan lebih dari 2 ton dengan ABK 1 orang.

Melalui pres release Dispenal Lantamal IV Tanjungpinang, Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI S. Irawan menyampaikan, pelanggaran yang dilakukan kapal tersebut yakni tidak melengkapi surat pemberitahuan berlayar (SPB). Kapal tidak ada dokumen, tidak ada daftar manifest, tidak ada daftar ABK, dan Nahkoda tidak memiliki surat keterangan kecakapan (SKK).

“Modus operandi, bawang import illegal tersebut berasal dari Malaysia yang diseludupkan ke Batam via container, kemudian bawang dibawa ke gudang penampungan sementara yang ada di Nagoya Batam,” ucap Irawan.

Selanjutnya, kata Danlantamal, bawang illegal tersebut dipindahkan dan dimuat ke dalam kapal kargo kayu tanpa nama di pelabuhan tikus yang berada di Teluk Jodoh Batam.

“Tujuan akhir bawang itu akan dibawa ke Tanjung Balai Karimun,” ujarnya.

Irawan mengemukakan, ketatnya pengawasan patroli aparat dari TNI AL, Polri dan Bea Cukai di perairan Kepri membuat para penyeludup menggunakan berbagai cara.

“Antara lain yang sering kita temukan memindakan barang – barang seludupan dari kapal besar ke kapal kecil ditengah laut dan untuk mengelabui petugas bergerak atau berlayar pada malam hari secara senyap dan tidak menggunakan lampu namun semua itu sudah kita antisipasi,” katanya.

Hingga saat ini, kapal tanpa nama dan muatan serta ABK dibawa Tim WFQR 4/ Unit 1 Jatanrasla di Pelabuhan Beton Sekupang Batam untuk proses lebih lanjut. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.