Zona Kuning, Natuna Terkonfirmasi 1 Orang Posiitf Covid 19

by -26 views
Juru bicara gugus tugas covid 19, Hikmat saat memberikan keterangan hasil swab pasien Z
Juru bicara gugus tugas covid 19, Hikmat saat memberikan keterangan hasil swab pasien Z
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Usai melakukan rapat bersama tim gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid 19, Juru Bicara tim gugus tugas, Hikmat menjelaskan terkait hasil swab pasien berinisial Z saat konfrensi pers bersama sejumlah awak media di RM Gerai, Senin 19 Oktober 2020.

“Hasil Swab pasien Z umur 68 tahun warga Bandarsyah telah keluar. Hasilnya reaktif atau terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Hikmat.

Kronologinya, Hikmat menjelaskan, pasien Z masuk UGD RSUD Natuna pada Rabu (14/10) malam. Ia mengeluhkan sesak nafas, batuk, pilek dan demam. Tim Medis RSUD Natuna pun langsung melakukan rapid test terhadap pasien dan hasilnya reaktif.

“Hasil rapid reaktif langsung dilakukan isolasi di RSUD, kemudian dokter penyakit dalam ambil rontgen dan ternyata pneumonia. Untuk memastikan apakah pasien berusia 56 tahun itu positif terpapar Covid-19, pihak RSUD pun mengambil sample swab untuk dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kota Batam pada Kamis (15/10),” kata Hikmat.

Namun sebelum hasil swab keluar, keadaan kesehatan pasien ternyata memburuk sehingga meninggal dunia, karena pasien masih diduga Covid-19, maka dimakamkan dengan prosedur pasien Covid-19.

Lebih lanjut Hikmat menerangkan, pasien Z tersebut juga tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah rawan Covid-19. Dengan kejadian ini, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Natuna akan melakukan treasing terhadap keluarga korban untuk dilakukan swab pada Selasa 20 Oktober 2020.

“Kita juga akan lakukan rapid test kepada siapa saja yang kontak terhadap pasien, termasuk tenaga kerja penagih, apabila hasilnya reaktif akan kita lakukan kembali swab,” terangnya.

Hikmat menyebutkan pasien tidak ada perjalanan keluar daerah, kemungkinan pasien terpapar Covid-19 dari Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari zona merah seperti, Batam, Jakarta, dan Pontianak.

Ia menghimbau, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari dari kerumunan (4M).

“Saya juga mengimbau bagi masyarakat yang ada kontak dan memiliki gejala dan keluhan seperti batuk, pilek dan sesak napas untuk segera datang ke petugas kesehatan,” pungkasnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.