Aman Pimpin Rapat Finalisasi Pembahasan LKPj Wali Kota Batam Tahun 2021

by -55 views
Suasana Rapat Pansus LKPj Wali Kota Batam
Suasana Rapat Pansus LKPj Wali Kota Batam

Batam, (MetroKepri) – DPRD Kota Batam menggelar rapat finalisasi mengenai pembahasan laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Batam tahun anggaran 2021 di ruang rapat serbaguna DPRD Kota Batam, Selasa (10/05/2022).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Pansus Aman dan didampingi Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda selaku penanggungjawab Pansus serta Anggota Pansus Muhammad Mustofa dan Rahmad.

Pada rapat itu juga turut hadir Inspetur Daerah Kota Batam atau yang mewakili, Kepala Bapelitbangda Kota Batam atau yang mewakili dan Kepala BPKAD Kota Batam atau yang mewakili.

Dalam rapat Aman mengatakan pihaknya menargetkan pembahasan Pansus LKPj paling lambat pada tanggal 13 Mei 2022 dan hasil pembahasan akan disampaikan pada rapat paripurna.

“Rapat ini merupakan rapat koordinasi sebelum akhir penyampaian catatan strategis ataupun rekomendasi DPRD Kota Batam yang akan disampaikan pada rapat paripurna tanggal 13 Mei 2022 mendatang,” papar Aman kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat Pansus.

Ia berharap hasil evaluasi rapat Pansus ini bisa menambah daya mendobrak dan juga perbaikan serta meningkatkan kinerja Pemko Batam pada tahun yang akan datang.

“Nanti kita akan menyampaikan laporan dirapat paripurna, tentunya kami akan melakukan pembahasan lebih awal dan juga melakukan koordinasi lebih awal dengan Tim Pemko Batam sebagai leading sector LKPj ini yaitu dari Bapelitbangda Kota Batam kemudian BPKAD dan juga inspektorat,” ujarnya.

Diawal, kata Aman, pihaknya akan menyusun dan menyamakan persepsi terkait dengan RPJMD yang dijadikan alat ukur untuk pencapaian terhadap target-target yang telah dimuat di RPJMD.

“Karena pada tahun 2021, Kota Batam mempunyai 2 RPJMD, hal ini dikarenakan tahun 2021 itu sebagai masa transsisi pada waktu itu Pak Walikota dan Wakil Walikota Batam berakhir masa jabatannya dan kemudian terpilih kembali di tahun itu,” katanya.

Kedua RPJMD tersebut yakni RPJMD tahun 2016 sampai dengan 2021 kemudian RPJMD 2021 sampai dengan 2026.

“RPJMD tahun 2021-2026 disahkan menjadi Perda pada tanggal 16 Desember 2021 maka sebagai alat ukur secara mayoritas kita masih memakai RPJMD 2016-2021,” ucap Aman.

Sebagai alat ukur RPJMD tersebut, pihaknya akan melihat antara target yang sudah ada di RPJMD dengan hasil pencapaian yang disampaikan oleh OPD. Hasil yang disampaikan oleh OPD ada beberapa yang tidak tercapai dan sebagian ada yang sudah tercapai.

Ia berharap agar realisasi pencapaian tersebut maksimal, karena hal itu menjadi penentu keberhasilan Wali Kota Batam dalam melaksanakan kinerjanya pada tahun anggaran 2021.

“Tetapi ternyata masih banyak yang tidak maksimal dari posisi kinerjanya dengan alasan pada tahun 2021 masa Covid-19 sehingga banyak anggaran yang direfocusing menyebabkan banyak OPD yang tidak bisa melaksanakan kegiatan secara maksimal,” katanya.

Dikatakannya, masa Covid-19 dan banyaknya anggaran yang direfocusing dijadikan OPD menjadi alasan kinerja yang tidak mencapai target sebab banyak juga OPD yang melampaui target dari yang telah ditetapkan.

Ia menyebutkan dalam rapat tersebut banyak ditemukan penyajian data yang tidak valid dan realisasi yang dicapai juga tidak valid. (Rosjihan Halid)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.