Asisten II Pemkab Natuna Buka Sosialisasi PSAT

by -15 views
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Natuna, Tasrif Bersama OPD Saat Membuka Sosialisasi PSAT
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Natuna, Tasrif Bersama OPD Saat Membuka Sosialisasi PSAT
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Natuna, Tasrif membuka sosialisasi Keamanan dan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Selasa 10 September 2019.

Acara ini turut dihadiri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sri Hariningsih SE, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Muhtar Achmad M.Eng, Kepala Dinas Pariwisata, Hardiansyah Msi, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Basri SP.

Suasana Sosialisasi PSAT di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna
Suasana Sosialisasi PSAT di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna

Pada kesempatan tersebut, Tasrif mengatakan, keamanan pangan merupakan salah satu isu sentral yang berkembang di masyarakat. Keamanan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higeinis dan tetap aman serta sehat dikonsumsi oleh masyarakat.

“Keamanan Pangan menjadi perhatian dari pemerintah dan peringatan agar selalu mengawasi keamanan pangan yang tersedia. Residu pestisida sangat berbahaya, sangat tidak baik menkonsumsi pangan yang tidak aman,” katanya.

Para Undangan Yang Hadir Pada Acara Sosialisasi PSAT
Para Undangan Yang Hadir Pada Acara Sosialisasi PSAT

Persyaratan keamanan pangan adalah standar dan ketentuan-ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk mencegah pangan dari kemungkinan adanya bahaya baik dari cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

Didalam UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan. Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Saya berharap pelaku usaha sayur dan buah-buahan untuk selalu menjaga keamanan dan mutu yang dijual di masyarakat. Semoga peserta dapat memahami acara sosialisasi ini,” pungkasnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.