Berbagai Makanan Hiasi Stand Bazar Perhelatan Tamadun Melayu di Lingga

by -353 views
by
Suasana Stand Bazar Perhelatan Tamadun Melayu di Lingga Tampak Ramai Dikunjungi. Foto NAZILI
Suasana Stand Bazar Perhelatan Tamadun Melayu di Lingga Tampak Ramai Dikunjungi. Foto NAZILI

Lingga, (MK) – Pada perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa di Kabupaten Lingga, banyak yang bermunculan dan menarik para wisatawan serta masyarakat yang berkunjung. Mulai dari seni budaya dan makanan yang berasal dari adat istiadat suku Melayu juga tidak jenuh untuk diperhatikan.

Pasalnya, berbagai macam menu kuliner khas Melayu turut menghiasi stand bazar pada Perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa di Daik Lingga yang berjuluk Bunda Tanah Melayu.

Mulai dari makanan khas tradisional Melayu sampai nasional. Stand bazar yang berdiri dengan beratapkan rumbia itu juga menambahkan suasana khas budaya bangsa Melayu.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung, suasana malam di komplek perkantoran yang biasanya sepi, saat ini sontak berubah menjadi riuh dan ramai. Keramaian ini juga karena rasa penasaran masyarakat yang ingin mencicipi makanan, baik dalam daerah maupun dari negara tetangga, Malaysia.

Di stand itu juga, cita rasa makanan khas Melayu bisa didapatkan dengan mudah selama perlehatan yang berlangsung agar memeriahkan Tamadun Melayu antar bangsa.

Ketua Asosiasi Pedagang Kuliner Lingga, Hermadi mengatakan pada Tamadun ini pedagang kuliner Lingga lebih banyak menonjolkan masakan khas daerah, seperti makanan yang berbahan sagu. Diantara jenis makanan yang mencuri perhatian yakni lakse kuah, lebih dikenal dengan mei sagu, lempeng sagu, lambok dan kepurun.

“Tidak hanya itu, bagi yang suka dengan makanan seafood juga ada disini. Khusus makanan yang secara historisnya sejak zaman kesultanan dahulu, pengganti makanan pokok nasi, juga ada disini yakni “gubal”. Makanan ini dibuat dalam sajian beralaskan daun pisang serta lekar yang terbuat dari bahan anyaman rotan,” papar Hermadi kepada MetroKepri, Jum’at (24/11/2017.

Hermadi mengutarakan, ini menjadi awal yang baik karena semua negara negara serumpun Melayu kumpul hadir di Daik Lingga. Dimana, tambahnya, banyak pedagang kuliner yang merasakan dampak positifnya, satu diantaranya dari sektor ekonomi.

“Semoga saja di Tamadun ini, khususnya kuliner khas Melayu Lingga, lebih dikenal di negara Indonesia maupun mancanegara,” ucapnya. (NAZILI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.