Natuna, (MK) – Jajaran Polisi Resor Natuna mengadakan coffee morning bersama insan pers di Kedai RM. Mak Lang Jalan Jenderal Sudirman, Senin (17/10) sekitar pukul 09.00 WIB.
Pada coffee morning tersebut, Anggota DPRD Natuna Wan Sopyan turut serta hadir bersama insan pers Natuna.
Disela – sela coffee morning itu juga, Kepala Polisi Resor (Kapolres) Natuna, AKBP C.P.Sinaga memperkenalkan produk program “Polisi Gek Kampung” dan launching perdana produk “Panic Button Polres Natuna”.
“Untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui Polisi merupakan langkah lanjutan, agar polisi bisa hadir ditengah masyarakat,” ucap Kapolres Natuna ini.
Masih kata Kapolres, tidak menjadi anekdot di masyarakat, bahwa kedatangan polisi tidak hanya untuk masalah, sehingga masyarakat tidak takut.
“Maka melalui program gek kampung, saya instruksikan agar anggota selepas jam kerja dengan berpakaian lengkap polisi berkunjung ketengah masyarakat untuk mencari permasalahan, saran dan masukan untuk polisi,” ujar AKBP C.P.Sinaga.
Dia mengutarakan, Polres Natuna juga memanfaatkan teknologi, melalui produk Panic Button. Kini masyarakat sangat mudah untuk melapor permasalahan.
“Panic Button dapat diunduh melalui handphone basis android, dengan tujuan mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Natuna. Kini masyarakat dengan mudah menyampaikan laporan kepada Polres Natuna dan akan segera direspon, karena sudah disiapkan mobilitas dan perlengkapan,” katanya.
Dengan geografi Kabupaten Natuna daerah kepulauan, Kapolres mengakui masih banyak kekurangan akibat jarak antar pulau.
“Polres Natuna tetap berupaya walaupun jarak antar pulau saat ini masih menjadi kendala. Melalui Panic Button, Polres akan berkordinasi dengan Polsek secara cepat,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Anggota DPRD Natuna Wan Sopyan mengapresiasi Polres Natuna melalui Kapolres Natuna AKBP. CP. Sinaga dengan program Polisi Gek Kampung dan mendukung penuh.
“Saat ini tidak waktunya lagi bertengkar, namun bergotong royong membangun Natuna. Sangat mantap untuk program polisi Gek Kampung, sehingga masyarakat bisa dekat dengan polisi,” ujar Wan Sopyan.
Dengan dilaunchingkan produk Panic Button ini, kini masyarakat dapat menyampaikan laporan dengan mengunduh di handphone. (KALIT)
