Dianggap Langgar Kesepakatan, DPRD Panggil Camat dan Lurah se Kota Batam

by -65 views
Suasana RDP di Ruang Komisi I DPRD Kota Batam. Foto JIHAN
Suasana RDP di Ruang Komisi I DPRD Kota Batam. Foto JIHAN
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Komisi I DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama seluruh camat dan lurah se Kota Batam, Kamis (04/04/2019).

RDP yang digelar di ruang serba guna ini juga terkait pelanggaran kesepakatan yang dilakukan oleh lurah dan camat se Kota Batam.

Rapat ini juga dipimpin oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jurado Siburian didampingi oleh Tumbur M Sialoho, Dandis Raja Guguk, Lik Khai dan Mesrawati Tampubolon.

“Hasil notulen rapat kita tadi, sudah dibacakan dan disampaikan oleh ketua pimpinan sidang. Terkait masalah pembagian sembako yang dilakukan oleh masing-masing kecamatan itu. Sementara yang dilaksanakan atas kebijakan diluar dari kesepakatan,” papar Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M Sialoho saat di wawancarai media.

Sementara, kata dia, kesepakatannya mulai dari awal terkait pemilu ini dan masalah pembagian sembako itu seharusnya jangan dulu dibagikan kepada masyarakat.

“Boleh dibagikan tapi harus selesai dulu pemilu ini. Karena pembagian sembako itu adalah politik, bukan murni pembagian sembako terhadap masyarakat. Tetapi itu adalah politik,” ujarnya.

Masih kata dia, cotohnya seperti dalam rangka menyambut lebaran atau hari – hari besar atau hari Natal boleh juga. Tetapi kalau yang dilakukan oleh Pemko Batam itu seakan – akan sudah melanggar kesepakatan.

“Sementara kita kan sudah sepakat tidak boleh ada seperti itu. Boleh seperti itu, tetapi harus selesai pemilu. Hal ini juga, harus disurati. Sementara kita sebagai lembaganya, jadi nanti masalah ini akan kita sampaikan kepada pimpinan kita juga. Nanti tergantung pimpinan lah yang akan memutuskan apakah Pemko Batam akan dipanggil atau tidak atau Walikota langsung yang akan menjelaskan,” ucapnya.

Tetapi, menurutnya, kalau cara yang dilakukan oleh lurah atau camat itu sama sekali tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama – sama itu.

“Jadi pembagian sembako di setiap kelurahan baik maupun di setiap kecamatan itu saat ini harus dihentikan dulu. Jangan ada lagi pembagian sembako itu,” katanya. (*)

Penulis : JIHAN

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.