Diduga Ada Masalah, Konsulat RRC Kunjungi Rudenim Pusat Tanjungpinang

by -183 views
Awak media ini saat wawancara Kepala Kantor Rudenim Pusat Tanjungpinang di kantornya jalan A Yani Km 5, Tanjungpinang
Awak media ini saat wawancara Kepala Kantor Rudenim Pusat Tanjungpinang di kantornya jalan A Yani Km 5, Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Diduga ada masalah terkait 18 warga negara China yang saat ini berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang sehingga Konsulat Republik Rakyat China (RRC) mengunjungi kantor tersebut.

Menurut informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan namanya enggan disebutkan mengatakan, bahwa WNA China yang saat ini masih di dalam Rudenim Tanjungpinang belum mendapatkan pelayanan yang layak sesuai dengan Hak Azasi Manusia (HAM).

“Ada sekitar 18 orang kabarnya mendapatkan penanganan yang kurang layak la menurut saya,” ujarnya kepada awak media ini, Jum’at (18/10/2019).

Selain 18 WNA tersebut, ada 1 WNA China Operstai dan sudah 7 bulan belum dipulangkan ke negaranya. Diduga dipersulit kepulangannya oleh pihak Rudenim.

Terkait hal tersebut, Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang M Yani Firdaus menjelaskan tujuan dari kedatangan Konsulat RRC di kantornya pada hari ini.

“Tujuan mereja ke kantor kita adalah mengunjungi 18 WNA China korban Cybercrime yang ditahan di Batam oleh pihak Kepolisian,” terangnya.

Saat ditanya terkait satu orang WNA China yang dikirim dari Jakarta dan belum juga dikirim selama 7 bulan ini, Dia menjelaskan bahwa pihak Rudenim lost contak terhadap keluarganya.

“Makanya dia (WNA China) tersebut kurang lebih 7 bulan di sini sejak bulan Mei lalu. Tapi, kita terbantu dengan kedatangan pihak Konsulat RRC ini sehingga dapat kita proses untuk pemulangannya sesegera mungkin,” ungkap Kepala Kantor Rudenim Pusat Tanjungpinang ini.

Sebelumnya, dari hasil penerjemahan bahasa, menyebutkan bahwa Konsulat RRC ini mendapatkan informasi adanya 18 WNA China yang saat ini ditahan di Rudenim Pusat Tanjungpinang.

“Kami sempat membeli keperluan makanan yang dibutuhkan oleh ke-18 WNA tersebut. Kabarnya mereka serba kekurangan. Kami berharap pihak Rudenim dapat segera mengurus dokumen keberangkatan dan kami siap untuk membantu tiket kepulangan warga negara kami untuk kembali ke China,” sebutnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.