FGD Nusantara: Masa Depan Bangsa Terletak Pada Generasi Muda

by -301 views
by
Foto bersama usai kegiatan talk show di Kampus Ibnu Sina Batam
Foto bersama usai kegiatan talk show di Kampus Ibnu Sina Batam

Batam, (MK) – Koordinator Focus Group Discussion (FGD) Nusantara, Adri Wislawaman menyebutkan, pemahaman akan nilai – nilai kebangsaan, aturan serta simbol negara kian luntur diterpa derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

“Nilai – nilai ketimuran pada generasi muda kian hari terdegradasi dengan pengaruh barat. Hal ini disebabkan derasnya arus globalisasi. Penghayatan serta kecintaan terhadap bangsa sendiri hampir hilang, padahal masa depan bangsa Indonesia terletak pada generasi saat ini,” ucap Adri disela – sela kegiatan talk show mengenai penguataan nilai – nilai kebangsaan di Kampus Ibnu Sina Batam, Senin (21/12) malam.

Dia mengutarakan, derasnya arus globalisasi sudah masuk pada sendi – sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan pada lingkup yang lebih kecil yaitu keluarga.

“Sikap acuh tak acuh, serta cenderung tidak peduli adalah salah satu pengaruh buruk globalisasi,” katanya.

Adri mengemukakan, dengan teknologi yang berkembang cepat saat ini, maka interaksi sosial masyarakat semakin terbatasi.

“Orang akan cenderung menelepon dibanding harus bertemu langsung,” ujarnya.

Pada kegiatan itu juga, turut hadir sebagai narasumber dari perwakilan Kodim 0316 Batam, Kapten Baziduhu Zebua, Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Kepri, Arifudin Jalil serta Fauzi, dari Wakil Ketua III Stai Ibnu Sina Batam.

Pada kesempatan itu, Kapten Baziduhu Zebua menyampaikan, saat ini dunia sedang mengalami perang, namun bukan artian perang dalam mengangkat senjata secara langsung.

“Perang saat ini adalah perang yang tidak lagi menggunakan senjata, tetapi perang dengan gaya baru, tidak turun langsung tetapi menggunakan tangan ketiga,” ucapnya.

Hal itu, kata dia, bertujuan untuk menghalangi kemajuan suatu bangsa, dan merusak generasi muda dengan strategi proxy war melalui media, doktrin seks bebas, narkotika dan radikalisme yang menyebar dari media dan lalu lintas antar negara bahkan pertukaran mata uang.

“Budaya serta doktrin ideologi yang tidak sejalan dengan ideologi bangsa, lambat laun akan merusak tatanan bangsa Indonesia,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi Informasi Publik Kepri, Arifudin Jalil. Dia berharap generasi muda Indonesia harus memahami Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan serta NKRI.

“Diantara hal yang sangat penting adalah, kita bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa. Kita adalah bangsa yang beragama dan mengakui adanya Tuhan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, maka nilai – nilai keagamaan harus menjadi modal dasar dalam merajut persatuan, sembari nilai – nilai yang lain seperti budaya, suku dan lain sebagainya.

Sementara, Wakil Ketua III Stai Ibnu Sina Batam, Fauzi memfokuskan kepada pendidikan karakter untuk memupuk jati diri bangsa agar tidak terkikis di era globalisasi saat ini.

“Melalui fokus pendidikan karakter, diharapkan mampu melakukan penyadaran – penyadaran bahwa betapa besar karunia Allah terhadap manusia, betapa susahnya berjuang selama lebih dari tiga ratus tahun lebih berjuang merebut tanah air kita, bahwa alam kita yang indah ini adalah anugerah Allah yang Agung,” ucapnya.

Menurut dia, perlu adanya kesadara nasional bahwa apa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah karunia dari sang pencipta yang harus dirawat serta dijaga.

“Perlu adanya kesadaran bahwa kejahatan termasuk korupsi menghancurkan bangsa dan bukti pelakunya tidak cinta tanah air,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Mahasiswa STT Ibnu Sina Batam, Evis Saputra menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka cipta wacana dan cipta kondisi serta untuk menguatkan rasa cinta tanah air di lintas generasi muda agar mampu menguatkan jati diri bangsa di era globalisasi.

“Budaya intelektual harus terus dibangun dikalangan mahasiswa, sebab peran para mahasiswa akan dinantikan di masa depan untuk meneruskan dan meluruskan negara dan bangsa Indonesia,” ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.