
Bintan, (MK) – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMSOS) bekerjasama dengan Komunitas Diskusi Nusantara (KDN) menggelar seminar sehari peningkatan wisatawan di Kabupaten Bintan di Gedung Dekranasda Kabupaten Bintan, Rabu (22/2/2017).
Dalam seminar tersebut hadir narasumber Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Luki Z. Prawira, S.STP.,M.Si, Makhfur Zurachman (Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bintan, Nirmalawati, S.Sos Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan), Ruddy Firmansyah, S.AP (Deputi Bintan Tourism Institue).
Sedangkan para peserta diskusi tersebut yakni Polres Bintan, Danramil Bintan, Dinas Koperasi dan UKM, Dekranasda, PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi, Kepala Desa Berakit, Kepala Desa Malang Rapat, Kepala Desa Gunung Kijang, perwakilan Desa Wisata, Kelompok Sadar Wisata dan diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari instansi pemerintah, pelaku UMKM khususnya di bidang pariwisata, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar serta mahasiswa.
Dalam seminar tersebut, Luki Z. Prawira, S.STP.,M.Si mengatakan, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pariwisata sudah dimasukkan dalam program utama, program prioritas, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritim. Hal itu juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata RI yakni pariwisata adalah penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja paling mudah, murah dan cepat.
“Berdasarkan data pada tahun 2016, dunia pariwisata menyumbangkan 10 persen produk domestic bruto nasional dan nilai tersebut merupakan nilai tertinggi diantara negara ASEAN lainnya,” paparnya.
Dia mengutarakan, Bintan merupakan daerah penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ke – 4 di Indonesia setelah Bali, Jakarta, dan Bintan.
“Ini tentu saja bisa ditingkatkan, karena Bintan memiliki potensi – potensi wisata yang dapat terus untuk dikembangkan dan adanya kerjasama dari semua pihak, tidak hanya pemerintah dan pengusaha, tetapi kami butuh dukungan semua stakeholders lainnya termasuk juga dukungan dan masukan dari masyarakat,” ujar Lucky.
Dilanjutkannya, pariwisata menjadi penyumbang devisa nomor 4 terbesar di Indonesia setelah sektor minyak dan gas, batu bara, dan kelapa sawit. Beberapa tahun lagi Indonesia tidak lagi menjadi pengekspor minyak dan gas, sehingga potensi pariwisata untuk menjadi penyumbang devisa di Indonesia semakin besar apalagi pariwisata bukan merupakan kekayaan alam yang akan habis apabila terus diambil.
“Tapi akan terus bisa berkembang dan menarik apabila ditata sedemikian rupa. Sehingga pada tahun 2019 pemerintah telah menargetkan pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar. Di Bintan sendiri, PAD terbesar berasal dari pariwisata (lebih dari 50 persen atau ± 100 miliar,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bintan, Makhfur Zurachman menyebutkan, saat ini dinas kebudayaan sedang melakukan langkah – langkah yang terus dikembangkan. Salah satunya adalah dengan pemetaan baik di sektor budaya, pemuda dan maupun olahraga.
“Semua ini nantinya dapat dikemas dan dapat disejalankan dengan perkembangan pariwisata di Bintan. Misalnya di bidang olahraga akan diangkat olahraga tradisional yang dapat ditampilkan pada ajang wisata internasional,” katanya.
Dikesempatan itu, Deputi Bintan Tourism Institue, Ruddy Firmansyah, S. AP juga mengungkapkan, setiap orang yang melakukan kegiatan wisata beberapa tujuan yakni natural amnities, culture, man made supply, way of live.
“Ada tiga strategi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan tujuan wisata, yakni Something to buy; membeli sesuatu. Artinya wisatawan yang ada diusahakan untuk membeli sesuatu yang dapat dijadikan buah tangan atau oleh – oleh. Sehingga perlu dicari sesuatu yang khas yang berbeda dengan daerah lain sehingga dapat dijadikan suatu icon (ciri khas),” ujar Ruddy.
Ditempat terpisah, aktivis Mata (Masyarakat Pariwisata) Kepri, Raja Dachroni mengungkapkan ada dua hal yang harus ditingkatkan dalam peningkatan kunjungan pariwisata.
“Saya pikir di Bintan cukup baik tingkat kunjungan wisatawan, karena diuntungkan dengan kondisi alam. Kendati demikian ada dua hal menurut saya yang perlu ditingkatkan, pertama adalah promosi kedua adalah pelayanan,” ucapnya. (Red)
