Jelang Keputusan MK, Hi-Melaya Bersama Masyarakat Deklarasi Damai

by -113 views
Deklarasi Tanjungpinang Kepulauan Riau, #kamimenolakkerusuhan, Damailah Indonesiaku.
Deklarasi Tanjungpinang Kepulauan Riau, #kamimenolakkerusuhan, Damailah Indonesiaku.
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Menjelang hasil keputusan sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Korwil Himpunan Melayu Raya (Hi-Melaya) Kota Tanjungpinang bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) beserta ratusan masyarakat Tanjungpinang menggelar deklarasi Damai dengan tema ‘Damailah Indonesiaku, Tolak Kerusuhan’ yang dilaksanakan di halalaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (14/6/2019).

Dalam deklarasi damai tersebut dihadiri oleh berbagai Ormas, Perhimpunan Masyarakat, Organisasi Kepemudaan (OKP), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), PSMTI, KKST Kota Tanjungpinang, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kota itu.

Deklarasi menolak kerusuhan dan damailah Indonesiaku itu dikemas dalam penandatanganan seluruh Oramas, OKP, Perhimpunan dan Perkumpulan organisasi adat, agama, kepemudaan dan profesi di beberapa baleho bertuliskan Tanjungpinang Kepulauan Riau, #kamimenolakkerusuhan, Damailah Indonesiaku.

Ketua Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar dalam kesempatan itu mengatakan, deklarasi Damailah Indonesiaku menolak kerusuhan tersebut dilaksanakan di seluruh daerah kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

“Deklarasi ini secara bersamaan digelar di seluruh daerah Kepulaun Riau. Kita ingin Indonesia, khususnya Tanjungpinang aman. Untuk itu kita mengajak selurah eleman masyarakat, bersatu, bergandeng tangan untuk Indonesia damai, tidak ada kerusuhan soal perbedaan pendapat, karena semua sudah diatur di dalam konstitusi NKRI,” ujarnya.

Pada saat itu juga, Ketua PWI Tanjungpinang Bintan Zakmi sangat mendukung apa yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang.

“Kegiatan ini bersifat positif, kita dukung deklarasi damai ini,” katanya.

Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan, Zakmi saat tandatangan deklarasi damai
Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan, Zakmi saat tandatangan deklarasi damai

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tanjungpinang, Zubad Akhadi Muttaqin, mengutarakan ungkapan apresiasi atas digelarnya deklarasi Damailah Indonesiaku tersebut.

Ia juga mengatakan, FKUB Tanjungpinang sangat mendukung deklarasi ini dan menginginkan kerukunan tetap terjaga di masyarakat Indonesia pada umumnya dan Tanjungpinang khususnya.

Menurutnya, masyarakat harus banyak belajar dari Negara-negara di Timur Tengah dan di Asia Barat yang hancur karena pertentangan politik yang dibalut dengan agama.

“Ini yang harus kita hindari. Jadi kita harus meninggalkan warisan kepada anak cucu kita tentang hidup damai ini,” ungkapnya.

Komisi Fatwa MUI Kepulauan Riau ini juga menjelaskan mengenai fatwa ulama untuk menyatukan rakyat Indonesia terdapat empat persudaraan, yang kemudian disebut dengan ukwah islamiyah, ukwah diniyah, ukwah natoniah dan ukwah insaniah.

Lanjutnya menjelaskan, yang perlu dipahami masyarakat pahami yakni mengenai persaudaraan sebagai sesama muslim, persaudaran sebagai umat beragama, persaudaran sebagai anak bangsa, dan yang terkahir ukwah insaniah persaudaraan sesama sebagai manusia.

“Nah ini yang harus kita junjung dan sehingga akan tercipta kedamaian, kalau kedamaian tercipta maka kekeluargaan dari langit dan kekeluargaan dari bumi akan dimunculkan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Senada disampaikan Sekretaris Perkumpulan Kekeluargaan Indonesia Timur Tanjungpinang, Rajab Elly, mengatakan mendukung Melayu Raya menginisiasi deklarasi tolak kerusuhan dan damailah Indonesia demi kepentingan anak bangsa, menjaga daerah yang dicintai ini.

“Kami atas nama Kekeluargaan Indonesia Timur, menolak segala bentuk kerusuhan pasca keputusan MK terkait keputusan Pemilu Serentak 2019, mari jaga Tanjungpinang agar tetap aman. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” katanya.

Hal ini juga dikatakan oleh Ketua Rumpun Batak Bersatu Tanjungpinang, Sanggam Simamora SE, MM melalui Ketua Puak Batak Toba Burton Lumban Tobing dan sangat mengapresiasi deklarasi damailah Indonesiaku.

“Tetaplah NKRI menjadi Pilar. Ini sudah menjadi kesepakatan lima Puak yakni, Puak Batak Toba, Puak Batak Angkola, Puak Batak Simalungun, Puak Batak Karo dan Puak Batak Pakpak,” ungkapnya.

Ketua KKST Anwar juga sangat mendukung atas terselenggaranya deklarasi damai yang diinisiasi oleh Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang.

“Bersama kita bersatu demi damainya Indonesia. NKRI Harga Mati,” ungkapnya.

Dalam deklarasi menolak kerusuhan dan damailah Indonesiaku menjelang keputusan hasil sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh MK di Tanjungpinang tersebut diisi beragam kegiatan, diantaranya pembacaan puisi berjudul “Warna” karangan Yoan S Nugraha dan lantunan musik semi orkestra dari Kroncong Suara Kepri.

Sementara itu, Kegiatan Deklrasi tersebut turut diamankan aparat kepolisian Polres Tanjungpinang. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.