Kapolri Terima Gelar Datok Perdana Satria Wangsa

by -293 views
by
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian Saat Menerima Gelar Datok Perdana Satria Wangsa
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian Saat Menerima Gelar Datok Perdana Satria Wangsa
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian Saat Menerima Gelar Datok Perdana Satria Wangsa
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian Saat Menerima Gelar Datok Perdana Satria Wangsa

Tanjungpinang, (MK) – Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian M.A.Ph.D menerima gelar Darjah Kerajaan Riau – Lingga yakni Dato’ Perdana Satria Wangsa, Sabtu (21/1).

Penganugrahan yang diberikan oleh Majelis Agung Istiadat Kerajaan Riau – Lingga ini juga berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat.

Prosesi penabalan Kapolri sebagai Dato Perdana Satria Wangsa dan Istri sebagai Datin Perdana Satria Wangsa ini ditandai dengan pemasangan tanjak, selempang, mendali dan pin, keris, serta penyerahan sijil.

Selanjutnya prosesi adat dilakukan dengan tepuk tepung tawar oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, para Ahlan wa Salan Zuriat, seta Ketua LAM Provinsi Kepri sekaligus menutup dengan pembacaan doa.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau, Drs. H. Nurdin Basirun, S. Sos, M. Si menyampaikan, saat ini kondisi keamanan di Provinsi Kepri masih dalam keadaan yang konduaif. Hal itu karena masyarakat Kepri masih memegang teguh adat istiadat yang telah terlajin selama ini.

“Tentu, kondisi ink berkat adanya kerjasama diantara seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, serta unsur fokominda yang selalu menjalin koordinasi dalam menjaga keamanam di daerah ini,” ujar Nurdin.

Semoga, harap Nurdin, dengan penganugrahan Darjah Kerajaan Riau – Lingga Dato’ Perdana Satria Wangsa yang diberikan kepada Kapolri akan membawa berkah bagi Polri untuk menjadi suatu kekuatan dan perlindungan.

“Sehingga Polri selalu dicintai masyarakat,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat kepada Kapolri atas penganugrahan gelar Kerajaan Riau – Lingga Dato’ Perdana Satria Wangsa.

“Mudah – mudahan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kapolri dan masyarakat Kepri,” katanya.

Dikesempatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh warga Kepri atas penganugrahan ini.

Kapolri mengakui, dirinya belum pernah mengenal Pulau Penyengat, meski telah beberapa kali berkunjung ke Kepri.

“Alhamdulillah, saya sangat beruntung bisa ke Pulau Penyengat. Ini pertama kalinya saya datang ke Pulau Penyengat, meski sudah beberapa kali saya berkunjung ke Kepri,” ucapnya.

Jendral Pol Tito juga mengutarakan, dulu dirinya pernah diberikan sebuah buku oleh salah satu tokoh Melayu.

“Buku itu berisi tentang sejarah Kerajaan Melayu, dan saya pun tertarik untuk mencari informasi tentang asal muasal Pulau Penyengat. Ternyata Kepri merupakan kerajaan besar yang teritorinya di Kepulauan Riau, Lingga hingga Singapura dan Semenanjung Malaysia, sehingga membentuk rumpun yang sering disebut rumpun Melayu,” paparnya.

Menurut Kapolri, pada 28 Oktober 1928 merupakan momentum penting yang membuat bangsa Indonesia bersatu berdiri dari Sabang sampai Merauke dan dalam deklarasi yang terkenal dengan Sumpah Pemuda. Salah satu isinya adalah berbahasa satu, bahasa Indonesia.

“Begitu kita berkata bahasa Indonesia, maka sekarang kita tahu bahwa sumbernya adalah bahasa Melayu. Padahal dari Sabang sampai Merauke ada ratusan bahasa daerah. Namun bahasa Melayu lah yang menjadi sumber bahasa persatuan kita ini. Artinya, pengaruh kerajaan Melayu ketika itu tentu sangat besar bagi bangsa ini,” kata Tito.

Jenderal Tito juga mengucapan terima kasih atas penghargaan tersebut. Baginya sangat berarti dan sekaligus mendorong dirinya untuk berbuat lebih baik untuk bangsa dan negara, khususnya dalam rangka mengawal keamanan negara dari Sabang sampai Merauke.

“Kami sangat memerlukan bantuan dari masyarakat, Pemerintah Daerah, rekan – rekan TNI dan seluruh lapisan masyarakat agar NKRI kita semakin stabil dan aman, sehingga pembangunan bisa berjalan baik. Khususnya, Kepulauan Riau yang posisinya sangat strategis ini pembangunannya semakin cepat sehingga masyarakat semakin sejahtera,” ucap Kapolri.

Dikesempatan itu juga, sebelum penabalan gelar. Kapolri menyempatkan diri Sholat Dhuha di Masjid Sultan Riau Penyengat. Dilanjutkan dengan penyerahan beberapa bantuan kepada masyarakat, bantuan masjid, dan life jacket.

Setelah memberikan bantuan, Kapolri melakukan ziarah ke makam Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji, disana Kapolri melakukan tabur bunga, serta penyiraman air dan baca doa. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.