Kondisi Dermaga Desa Tanjung Kelit Memprihatinkan

by -37 views
Salah Seorang Warga Saat Menunjuk Kerusakan Dermaga Tanjung Kelit
Salah Seorang Warga Saat Menunjuk Kerusakan Dermaga Tanjung Kelit

Lingga, (MetroKepri) – Kondisi Dermaga Desa Tanjung Kelit Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga sangat memprihatinkan. Disetiap sudut dermaga tersebut mengalami kerusakan parah.

Kerusakan yang disebabkan oleh faktor usia tersebut, dibiarkan begitu saja dan belum ada tanda – tanda adanya perbaikan atau dibangun kembali sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Sehingga aktifitas masyarakat melalui dermaga tersebut tidak dihantui oleh perasaan cemas.

Pantauan Metrokepri di lokasi Dermaga Desa Tanjung Kelit, Senin (25/10/2021), tampak beberapa bagian dermaga seperti tiang dan lantai nyaris ambruk ke dasar laut. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan bakal menelan korban.

Selain mengancam keselamatan penumpang dan kapal, pihak operator kapal ferry yang biasa melayani rute Tanjung Pinang tujuan Lingga dan sekitarnya, saat ini memutuskan untuk berhenti sementara menyinggahi pelabuhan kebanggaan masyarakat Desa Tanjung Kelit tersebut.

Kapal Ferry tidak mau menyinggahi dermaga tersebut, tentu bukan tanpa sebab. Pasalnya ketika seorang Nakhoda salah dalam mengambil keputusan ketika berlayar, bisa berakibat fatal.

“Sebab, Nakhoda bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan kapal dan penumpang serta muatan barang,” ucap salah seorang Nakhoda kapal, kepada Metrokepri.com, Senin (25/10 /2021).

Hal itu, sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Pelayaran (UUP) Nomor 17 Tahun 2008, dimana Nakhoda merupakan seorang pemimpin diatas kapal yang bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan kapal dan keselamatan penumpang dan barang muatan selama dalam proses pelayaran mulai pemuatan sampai ke pelabuhan tujuan.

Jika Nakhoda tidak menghiraukan keselamatan dan keamanan kapal dan menyebabkan terjadinya kecelakaan, maka kecelakaan tersebut murni menjadi tanggungjawab penuh Nakhoda. Hal itu sesuai dengan Pasal 249 UUP.

Akan hal itu, ketika Nakhoda tidak mau menyinggahi pelabuhan yang mengalami kerusakan, seperti Dermaga Tanjung Kelit, tentu semua pihak bisa memakluminya.

“Kami juga berharap kepada masyarakat harus bersabar, sambil menunggu dermaga mendapat perbaikan,” harapnya.

Hal itu juga, bukan unsur kesengajaan dari pihak kapal, tapi karena memang kondisi pelabuhan yang sudah tidak layak lagi untuk disinggahi. Apabila dipaksakan disinggahi bisa mengancam keselamatan kapal dan penumpang,” katanya.

Sementara itu, Kades Tanjung Kelit, Mursidi saat dikonfirmasi Metrokepri.com melalui telepon selulernya belum bisa tersambung, dan telepon selulernya sedang tidak aktif. (MK/ Taufik. S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.