
Tanjungpinang, (MK) – Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang, Arif Fandi terjatuh saat melakukan atraksi permainan Flaying Fox di Kampusnya, Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.
Musibah itu, Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka turut prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswanya. Korban tersebut merupakan mahasiswa Stisipol Jurusan Sosiologi semester III yang juga anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mahapala) di Stisipol.
“Benar, Arif ini telah ditimpa musibah saat latihan Flying Fox sekitar pukul 09.30 WIB pagi tadi,” ucap Endri kepada sejumlah awak media dan mengklarifikasi kejadian tersebut di salah satu ruang yang ada di Stisipol.
Dirinya mengkui, hari ini dijadwalkan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengadakan sejumlah kegiatan, seperti UKM silat, UKM PMI, Menwa dan lain sebagainya serta Mahapala menunjukkan kebolehan masing – masing dengan tujuan untuk menarik perhatian para mahasiwa baru yang nantinya masuk UKM mana.
“Nah, Mahapala ini mengadakan kegiatan latihan atau atraksi Flying Fok hari ini dalam hal unjuk kebolehan untuk menarik mahasiswa baru masuk ke Mahapala dengan bidang dari UKM yang dimiliki,” papar Endri.
Dia mengutarakan, pada saat kejadian dirinya tidak berada ditempat (Kampus), karena ada acara di Hotel CK yang harus dihadiri. Namun setelah mendapat kabar ini dari Kampus, dirinya meninggalkan acara dan langsung pergi ke RSUP tempat korban tersebut dirawat.
“Jadi, saya langsung menyusul ke RSUP. Ketika saya menjenguk, Alhamdulillah keadaan korban masih dalam keadaan sadar dan orang tuanya juga sudah ada disana,” ujarnya.
Endri mengemukakan, untuk cedera korban dirinya belum tahu persis, karena masih proses scan oleh pihak rumah sakit. Yang jelas ada yang patah dibagian tubuhnya dan juga ada luka – luka.
“Penyebab kejadian ini belum bisa diketahui, karena sedang melakukan investigasi kejadian. Investigasi dalam artian, saya serahkan ke Mahapala, karena Mahapala telah mempunyai struktur organisasi, dewan kehormatan dan senior untuk membuat telaah apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kelalaian. Jadi kita hanya menunggu hasil investigasi dari teman – teman Mahapala,” ucapnya.
Di waktu yang sama, Ketua UKM Mahapala Stisipol Tanjungpinang, Gusti Hariadi Saputra menegaskan prosedur keamanan yang pihaknya terapkan untuk melakukan permainan tersebut sudah sesuai standarisasi.
Sebelum anggotanya melakukan atraksi, kata dia, terlebih dulu melakukan pemeriksaan dan uji coba hingga puluhan kali. Intinya, pihaknya tidak menyangka musibah ini terjadi.
“Bahkan, kami semalam sudah mencoba sampai 10 kali dan berjalan lancar kok. Tapi yang jelas, kami masih melakukan investigasi agar mengetahui apa penyebab sebenarnya anggota kami sampai terjatuh,” katanya. (NOVENDRA)
