Tanjungpinang, (MK) – Salah seorang pengusaha ritel dan elektronik di Jalan Suka Berenang Tanjungpinang, Joni mengeluhkan turunnya omset jualan mereka dari tahun sebelumnya.
“Tahun ini sangat jelas turun omset kita, sekitar 30 sampai 40 persen turunnya. Tidak hanya saya, banyak teman – teman lain juga mengeluhkan hal yang sama,” papar Joni, Sabtu (23/9/2017).
Dia mengutarakan, salah satu sebab turunnya omset mereka adalah maraknya perkembangan bisnis online.
“Ya kalau ditanya salah satu sebabnya, menurut saya banyak yang jualan online. Lagian, dengan jualan online pembeli tidak perlu susah payah untuk membeli barang. Bahasa kasarnya tinggal klik barang sampai,” ujarnya.
Jika penjualan melalui online akan lebih berkembang pesat, dia meyakini bahwa akan banyal usaha ritel dan elektronik akan tutup.
“Ya pasti banyak tutup, sekarang saja sudah banyak yang mulai tutup usahanya,” kata Joni.
Menanggapi hal itu, Kepala Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kepri, Amar Ma’ruf Maulana mengatakan bisnis online adalah salah satu penyebab turunnya pendapatan para pengusaha.
“Itu salah satunya, namun beberapa hal juga mempengaruhi omset usaha, misalnya daya beli masyarakat dan kebutuhan hidup,” papar Ketua Kadin Kepri, Amar Ma’ruf Maulana melalui telepon selulernya.
Menurutnya, daya beli masyarakat Tanjungpinang dilihat dari pendapatannya. Memang kurang membantu omset para pengusaha ritel dan elektronik.
“Dengan pendapatan rata – rata banyak di bawah UMK, ini malah menjadi penyebab lesunya gejolak ekonomi di bidang elektronik. Namun untuk bidang ritel sendiri masih dapat berjalan normal meski lambat, karena disana terdapat barang – barang pokok yang diperlukan,” ucapnya.
Dia menghimbau kepada para pengusaha ritel dan elektronik untuk tetap berusaha dan berusaha mengikuti arus modernisasi global.
“Tetap usahanya dibuka, namun saya juga menghimbau agar juga mengikuti arus global. Disamping membuka toko, luangkan waktu untuk berjualan online barang yang ia miliki. Karena tidak semua masyarakat Tanjungpinang yang mau membeli barang secara online,” katanya. (SYAIFUL AMRI)
