Tanjungpinang, (MK) – Seorang pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Tanjungpinang, Ronal mengaku omsetnya saat menurun dibanding empat bulan lalu.
Usaha The Scoop Ice Cream yang dijalani Ronal sejak setahun silam ini, pertama kali dirintisnya pada Bazar Ramadan tahun 2015 di lapangan Pamedan Tanjungpinang.
“Pertama kali saya jualan ice cream ini awal bulan puasa tahun lalu di bazar Pamedan,” ucap Ronal kepada MetroKepri.co.id, Kamis (24/3).
Beranjak dari jualan kaki lima tersebut, Ronal berusaha masuk ke lingkungan SMAN 1 Tanjungpinang dan berjualan ice cream di kantin SMA tersebut. Ternyata, usaha Ronal di kantin tersebut membuahkan hasil yang lumayan.
“Sekitar empat bulan jualan disana hasilnya lumayan, baru saya ada modal untuk buka di tempat yang baru ini,” ujarnya.
Selain itu, usaha ice cream yang ditekuninya saat ini di Jalan Raja Ali Haji, tepatnya lampu merah Dokabu ini berhasil menarik hingga ratusan pelanggan.
“Alhamdulillah, sekarang ya walaupun begini pelanggan saya sudah sekitar ratusan orang lebih,” katanya.
Dia mengaku, omset yang diperolehnya dari usaha ice cream tersebut hingga mencapai Rp1 juta per harinya. Akan tetapi, saat ini omsetnya menurun drastic hingga Rp4 ratus ribu.
“Saya buka usaha dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB setiap harinya. Omset rata – rata Rp1 juta, namun sekarang menurun,” paparnya.
Usaha The Scoop Ice Cream yang terletak di Jalan Raja Ali Haji No 48 tepatnya persimpangan lampu merah Dokabu ini juga bermodalkan uang pribadinya.
“Selama ini saya belum ada mendapat bantuan UKM dari pemerintah. Saya juga berharap mendapat bantuan agar dapat mengembangkan usaha ice cream ini,” imbuhnya. (RUDI)
